Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Saturday, 10 February 2018

Ridho : Agor Industri Menopang Perekonomian Lampung Tengah

Ridho : Agor Industri Menopang Perekonomian Lampung Tengah

Lampung Tengah-Wilayah Lampung Tengah, terutama wilayah Bandarjaya, perekonomian masyarakatnya berkembang karena ditopang oleh agro industri, seperti GGF dan lain sebagainya.

Demikian disampaikan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Nasional di aula kantor GGF, Lampung Tengah, Jumat (9/2/2018) sore.

Gubernur Ridho Ficardo yang hadir bersama Wakil Gubernur Bachtiar Basri juga meminta Great Giant Food (GGF) untuk dapat lebih mengembangkan dan memperbesar kapasitas perusahaan untuk dapat lebih memajukan pertumbuhan perekonomian daerah di Lampung Tengah.

Terlebih menurut Gubernur Ridho, masyarakat Lampung Tengah sangat tergantung dengan Perusahaan-perusahaan Agro industri seperti GGF.

“Kalau Agro Industri ini ditutup, masyarakat akan kehilangan mata pencaharian. Bandarjaya bisa jadi isinya rampok semua. Karena masyarakatnya berpenghasilan dari perusahaan tersebut,” papar Ridho.

Oleh karena itu, Gubernur Ridho mengucapkan terimakasih kepada manajemen GGF yang telah mempekerjakan puluhan ribu masyarakat Lampung, khususnya Lampung Tengah, untuk menekan angka pengangguran dan kriminalitas.

Sementara itu Managing Director GGF, Wayan Ardana mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo bersama Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri atas kunjungannya ke GGF.

“Terimakasih atas kunjungannya, kita berharap kehadiran pak Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan suatu nuansa penuh damai," katanya.

Selain itu wayan juga mendukung tiga program strategis Pemprov Lampung yang digulirkan oleh Gubernur Ridho. yakni mempekuat ketahanan pangan sebagai basis pertanian. mengembangkan kawasan indsutrialisasi dan pengembangan pariwisata di Lampung.

Wayan Ardana juga menerangkan, bahwa GGF sebagai perusahaan Agro Industri modern telah memasarkan produk unggulan Provinsin Lampung sejak 1970-1980 dan sudah memasuki persaingan internasional .

"Dulu GGF perusahaan nomor 3 di dunia. Mungkin karena dukungan Pak Gubernur beserta ustad dan kiyai yang hadir pada acara hari ini, sehingga perusahaan ini telah menjadi nomor satu di dunia," pungkasnya.(r) 

Tuesday, 6 February 2018

Gubernur Ridho Resmikan Jembatan Gantung  Darurat di Way Jepara

Gubernur Ridho Resmikan Jembatan Gantung Darurat di Way Jepara

Lampung Timur-Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo kembali resmikan jembatan gantung darurat untuk masyarakat Lampung di desa Braja Emas, Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (06/02/2018) siang.

Jembatan gantung ke-8 sepanjang 58 meter tersebut diinisiasi oleh Gubernur Ridho dan dibangun secara gotong royong siang dan malam oleh masyarakat setempat, relawan Vertical Rescue Indonesia Lampung, Tagana, santri pondok pesantren, tokoh masyarakat Braja Emas dan Braja Gemilang, dan Pramuka Peduli.

Gubernur Ridho menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah banyak membangun jembatan di berbagai daerah di Lampung untuk membuka akses jalan dan membantu masyarakat. "Jembatan di Way Jepara ini dibutuhkan oleh anak-anak sekolah dan memotong jarak tempuh, serta digunakan oleh para petani untuk ke sawah," Jelas Ridho.

"Saya beserta jajaran pemerintah Provinsi Lampung telah banyak membangun jembatan, dari jembatan gantung sampai jembatan beton. Tetapi saya lebih senang hadir di sini karena jembatan ini di bangun atas dasar kebersamaan. Jembatan yang menjembatani kebersamaan kita semua." papar Ridho

Lebih lanjut Gubernur Ridho, menyatakan bahwa jembatan tersebut adalah simbolisasi dari bentuk kedisiplinan masyarakat. "Karena Merawat jembatan ini adalah merawat kebersamaan." katanya

Pak Triwoto (70) warga desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara mengungkapkan bahwa dulu daerah tersebut merupakan rawa dan masih ada buaya sampai sekarang. 

"Dulu disini rawa, sampai sekarang masih ada buayanya, jadi kami kesulitan menyeberang untuk ke sawah atau ke kebun. Alhamdulillah sudah dibikinin jembatan sama pak Ridho, kami warga sangat berterimakasih." ungkapnya

Sementara itu Eni Suprihatin (50) warga desa Braja Emas lainnya menyatakan bahwa untuk mengambil hasil bumi di Desa sebelah dirinya sangat keberatan, terutama jika sudah turun hujan.

"Kalau sudah turun hujan repot mas, banjir. Mau nyebrang susah, tapi kalau sudah ada jembatan gantung gini ya enak. Terimakasih pak Gubernur." katanya.(mrf) 

Thursday, 9 November 2017

Dprd Lampung Berharap UMP Disesuaikan dengan Kondisi Perekonomian

Dprd Lampung Berharap UMP Disesuaikan dengan Kondisi Perekonomian


LAMPUNG : Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal berharap kenaikan Upah Miminum Provinsi (UMP) sudah disesuaikan dengan kondisi perekonomian di Lampung.
“Dalam penetapan UMP ini kan kita tidak pernah terlibat dan dilibatkan disitu. Tapi kita sih berharap kenaikan UMP yang sudah ditetapkan itu sudah disesuaikan kondisi yang ada,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (09/11/2017).
Ia menjelaskan, dalam penetapan UMP tersebut pemerintah sudah mempunyai kalkulasi sendiri untuk menghitung berapa besaran UMP Lampung.
“Selain itu pemerintah pasti juga melibatkan unsur perwakilan perusahaan dan unsur persatuan buruh dalam menetapkan UMP. Jadi saya rasa bisa sesuai lah penetapan UMP ini,” jelasnya.
Terkait adanya demo penolakan UMP, Dedi tetap mengapresiasi upaya para demonatran. Menurutnya, hal tersebut wajar dilakukan dalam upaya memperoleh upah yang lebih layak.
“Ya itu biasa-biasa saja. Tapi kita tetap berharap penetapan UMP ini sudah sesuai,” tukasnya. (Lpro) 

Friday, 13 October 2017

Mustafa Kembangkan Budidaya Pisang Rajabulu

Mustafa Kembangkan Budidaya Pisang Rajabulu

Lampung Tengah – Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa melakukan panen raya pisang rajabulu di Kampung Gunung Batin Kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah, Jumat, 13/10/2017.

Budidaya pisang rajabulu ini menjadi salah satu bagian dari program one zone one product yang digulirkan Bupati Mustafa dalam rangka menjaga stabilitas harga pertanian di Lampung Tengah.

Pengembangan budidaya pisang rajabulu ini, Mustafa menjalin kemitraan dengan parusahaan PT. GGF (Great Giant Food). Disini perusahaan berperan melakukan pendampingan, bantuan bibit, pinjaman lunak pupuk dan membantu pemasaran.

“Program one zone one product bertujuan untuk mencegah inflasi atau menjaga stabilitas harga pertanian. Agar harga tidak anjlok, petani tidak boleh menanam satu jenis produk saja, tapi harus banyak varietas. Jadi produksi stabil, harga juga aman,” jelasnya.

Anjloknya harga singkong beberapa bulan lalu Rp 300-400/kg diharapkan tidak akan terulang lagi dengan pembagian varietas tanaman di tiap kecamatan. Seperti di Kotagajah dikembangkan bawang merah, Punggur dikembangkan nanas, Seputih Agung budidaya kencur, Anak Tuha dengan jengkol dan varietas lainnya.

“Yang pasti petani diarahkan untuk tidak hanya menanam singkong, padi atau jagung. Dampaknya ketika panen, pasokan melimpah harga anjlok. Karenanya tanaman petani harus lebih variatif, sehingga produksi stabil dan begitu juga harganya,” ujar Mustafa,

Tak hanya PT. GGF, kedepan pihaknya juga akan mengajak perusahaan-perusahaan di Lampung Tengah untuk bisa menjadi mitra petani. Perusahaan diharapkan tidak hanya fokus mencari keuntungan sendiri tanpa memberdayakan masyarakat sekeliling.

“Kehadiran perusahaan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekelilingnya. Saya minta PT. GGF fokus memberdayakan petani di Lampung Tengah. Begitu juga perusahaan-perusahaan lainnya, saya harap ada kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Perawatan Mudah, Potensi Keuntungan Hingga Rp 51 Juta

Sementara itu Willy Soegiono, Government Relation PT. GGP menerangkan program kemitraan yang dibangun dengan masyarakat tidak lagi berkonsep CSR (Corporate Social Responsibility), melainkan CSV (Creating Share Value) yang penekanannya membangun keunggulan kompetitif pada masyarakat. 

Budidaya pisang rajabulu sangat menguntungkan dan potensi pasar tak hanya lokal, tetapi internasional. “Ini masa percobaan. Di Lampung Tengah sudah ada 3 hektar yang sudah kita budidayakan pisang rajabulu. Target kami seluas-luasnya. Untuk pemasaran juga akan kami bantu, pasar kami sudah ekspor ke Singapura dan Malaysia. Kedepan merambah China,” jelasnya.

Di tahun pertama, panen pisang rajabulu bisa dilakukan satu kali. Ditahun kedua bisa 2-3 kali dan terus berkembang ditahun-tahun berikutnya. “Potensi keuntungan di tahun pertama Rp 14 juta, tahun kedua Rp 47 juta dan tahun ketiga bisa Rp 51 juta. Perawatan cukup mudah, hanya butuh air yang cukup dan perawatan dari hama,” papar Willy.

Sejalan dengan program Bupati Mustafa, Willy menegaskan PT. GGP berkomitmen untuk bisa tumbuh bersama dengan masyarakat, khususnya dalam hal kesejahteraan. “Tidak hanya pisang rajabulu, kedepan bisa kita kembangkan varietas tanaman lainnya yang bisa menguntungkan masyarakat. Dengan ini kita bisa bersama-sama membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Thursday, 14 September 2017

KSEI Sosialisasikan Manfaat Fasilitas AKses

KSEI Sosialisasikan Manfaat Fasilitas AKses

BANDARLAMPUNG : PT Kustodian Sentral Efek Indinesia (KSEI)  menggelar sosialisasi dan edukasi fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKses)  di Rumah Makan Kayu,  Bandarlampung, Kamis 14 September 2017.

Acara sosialisasi ini merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi di berbagai daerah.  Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama KSEI dan Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dalam rilisnya,  Corporate Communicatiins KSEI,  Adisty Widyasari mengatakan,  sosialisasi ini diharapkannya bisa memberikan informasi kepada  masyarakat  Lampung  mengenai pentingnya pemantauan porfolio investasi secara langsung. 

Ditambahkan Adisty,  sosialisasi dan edukasi ini sejalan dengan kampanye Yuk Nabung Saham yang diselenggarakan regulator pasar modal untuk meningkatkan jumlah investor.

"Khususnya investor  domestik. peningkatan  investor domestik di pasar modal menunjukkan hasil positif dan tercatat sejak akhir 2016 investor domestik telah menguasai kepemilikan aset pasar modal, " jelasnya. (rilis) 

Wednesday, 9 August 2017

Prospek Ekonomi Konsumen Lampung Cerah

Prospek Ekonomi Konsumen Lampung Cerah

BANDARLAMPUNG—Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Lampung selama triwulan II  2017 mencapai 104,10.  Angka ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen Lampung pada triwulan ll mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.
“Meningkatnya ekonomi Lampung karena kenaikan pendapatan sebesar 103,45, dan kenaikan volume konsumsi barang/jasa sebesar 109,37. Selain itu, tidak ada pengaruh inflasi terhadap konsumsi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, Senin (7/8).
Berkaca pada capaian ini, Yeane memprediksi kondisi ekonomi konsumen Lampung pada triwulan III-2017 mendatang akan membaik. Perkiraan itu jika dibandingkan kondisi saat ini dengan nilai ITK sebesar 101.00.
“Perkiraan kondisi ekonomi konsumen akan membaik. Hal ini disebabkan perkiraan akan naiknya rencana pembelian barang tahan lama pada triwulan III mendatang,” ujarnya.
Pada triwulan II-2017, tingkat optimisme konsumen sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu sebesar 101,81. Adapun perkiraan tingkat optimisme triwulan III-2017 kurang optimis dibandingkan tingkat optimisme triwulan II.
Indeks Tendensi Konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini, yang dihasilkan BPS melalui survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.
Jumlah sampel STK pada trwulan I-2017 sebanyak 14.600 rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia. Responden STK triwulan ll 2017 di Lampung sebanyak 300 responden. Jumlah tersebut pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan wealth index dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan.
Ekonomi Lampung Tumbuh
Sementara perekonomian Provinsi Lampung triwulan II-2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp79,36 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp55,98 triliun.
Kondisi itu menunjukkan, ekonomi Provinsi Lampung triwulan II-2017 mengalami peningkatan yang positif yakni tumbuh sebesar 5,03 persen dan tumbuh 4,29 persen dibandingkan triwulan II 2017. Namun jika dibandingkan triwulan II-2016 (y-on-y) yang mencapai sebesar 5,24 persen, terjadi penurunan 0,21 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum memaparkan, berdasarkan data BPS, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 39,96 persen.
Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 13,98 persen.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Sumatera triwulan II-2017 tumbuh sebesar 4,09 persen dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Bangka Belitung yang tumbuh 5,36 persen.
 “Perekonomian Lampung triwulan II 2017 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp79,36 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp55,98 triliun,” tandasnya.( rls)















Monday, 7 August 2017

Triwulan Kedua Harga Sembako di Lamsel Realtif Stabil

Triwulan Kedua Harga Sembako di Lamsel Realtif Stabil

Lampung Selatan : Inflasi harga bahan kebutuhan pokok di Lampung Selatan pada triwulan ke Dua tahun 2017 relatif stabil.

Hal tersebut diketahui, usai dilaksanakannya rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Selatan, di Ruang Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang), Senin (07/08/2017).

Asisten Ekobang Setdakab Lampung Selatan Mulyadi Saleh mengungkapkan, sampai dengan Bulan Juli 2017, berdasarkan keterangan laporan tim TPID Lampung Selatan. Inflasi di Lampung Selatan dalam kategori plus minus 1 atau dalam kategori stabil.

"Ini merujuk pada sempel 1 pasar di Kalianda, Pasar Inpres," jelas Mulyadi Saleh.

"Jika stabil seperti ini, tidak berpengaruh pada tingkat daya beli masyarakat," tambahnya.

Meski demikian relatif stabil, Mulyadi menegaskan, kedepannya sempel untuk dijadikan ketetapan jumlah angka Inflasi Daerah tidak hanya 1 pasar saja. Maka dari itu, satuan kerja terkait agar, jika rakor kembali dilakukan hendaknya pasar yang ada di Lampung Selatan secara keseluruhan dijadikan sempel.

"Sempelnya hanya 1 pasar sedangkan kita ada 6 pasar. Jadi yang ketahuan inflasi hanya Pasar Inpres saja. Tidak menyeluruh," ungkapnya. (fitri)

Thursday, 3 August 2017

Arinal Pelajari Sistem Distribusi Pertanian dan Perkebunan di Pasar Gading

Arinal Pelajari Sistem Distribusi Pertanian dan Perkebunan di Pasar Gading

LAMPUNG - Arinal Djunaidi berkunjung ke pasar tradisional di Pasar Gadingrejo, Pringsewu, Kamis (4/8/2017). Selain ingin dekat dengan masyarakat, calon gubernur Lampung itu langsung mempelari sistem tata niaga kebutuhan pangan yang masih dikeluhkan pedagang dan masyarakat di Kota Bandarlampung.
Ketua Partai Golkar Lampung ini datang dan mempelajari langsung tata niaga atau sistem distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu pendukung kebutuhan pedagang dan masyarakat di wilayah perkotaan.
Masukan dan harapan petani, pedagang tersebut akan menjadi dasar Arinal untuk program kongkrit ketika jadi gubernur mendatang.
Di Pasar Gading, Arjuna yang datang dengan istri melakukan dialog dan mencatat setiap masukan para pedagang. Mereka juga mengeluhkan mata rantai (distribusi) barang terlalu sulit , karena jalanan desa mengalami kerusakan cukup parah.
Akibatnya, biaya produksi mahal, dan kualitas sayuran yang dikirim ke Bandar Lampung kurang segar, terlalu lama di jalan. "Pasar Gading merupakan sentral,hasil pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan karena wilayahnya bisa dijangkau melalui empat kabupaten," kata Arinal Djunaidi.
Produksi sayuran di sini cukup bagus. Lokasinya strategis, tinggal Pemerintah daerahnya mau atau tidak mengaturnya. "Saya anak petani, yang cukup lama belajar pertanian sehingga saya tahu dari mana memulainya untuk merubahnya," ujar Arinal.
Sebelumnya, Senin (24/7/2017), Arinal dan istri berkunjung ke Pasar Natar, Lampung Selatan dan Pasar Waydadi, Bandarlampung.
Dari apa yang dilihat langsung di lapangan, mantan Sekdaprov Lampung ini berharap memeroleh masukan soal ekonomi ke depan. Ketua Partai Golkar Lampung ini, jika terpilih jadi gubernur, akan berusaha tulus melayani rakyat lewat kebijakan ekonominya.
Saat kunjungan, Arinal tampak membaur dengan masyarakat. Dia ditemani istri dan tim relawan
Para pedagang tak sungkan-sungkan mengungkapkan aspirasi atau harapan-harapan.
Sejak awal Mei 2017, Arinal sudah keliling Provinsi Lampung untuk mohon doa restu atas pencalonannya sebagai gubernur Lampung ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Setiap kegiatan, ribuan masyarakat berkumpul di acara yang digelarnya berupa pertunjukan wayang dan senam massal.
Arinal Djunaidi yang mengusung tagline "Arinal Tulus Melayani Rakyat" telah menyiapkan diri dengan visi dan misinya membangun Lampung. DPP Partai Golkar telah menetapkan Arinal Djunaidi sebagai calon berdasarkan Nomor B-1186/GOLKAR/2017. (*)


Wednesday, 2 August 2017

Gubernur Lampung Buka Peluang Luas Bagi Pebisnis Kopi

Gubernur Lampung Buka Peluang Luas Bagi Pebisnis Kopi



BANDARLAMPUNG - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, diwakili Sekretaris Daerah Sutono, akan memberikan ruang serta peluang yang seluas-luasnya kepada pebisnis kopi. Pasalnya, Gubernur paham betul bahwa komoditas kopi robusta Lampung adalah salah satu branding yang bisa mengangkat nama provinsi berlambang Siger.

Selain dengan jenis kopi robusta-nya, sambung Sutono, saat ini jenis kopi fine robusta juga memiliki potensi yang bernilai tinggi dan segmennya belum terlalu banyak. "Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) serta Lampung Segalow ini dicoba untuk dikembangkan. Dengan bisnis yang spesial ini diharapkan bisa membawa keberkahan masyarakat Lampung," kata Sutono, usai menghadiri seminar Coffee Business Meeting (CBM), di Pavilion Resto dan Cafe, Pahoman, Bandarlampung, Rabu (2/8).

Lanjutnya, dengan adanya seminar CBM yang membahas jenis fine robusta, diharapkan hasilnya ikut dipasarkan ke seluruh cafe dan outlet yang ada. "Pada dasarnya, cita rasa fine robusta itu berbeda sekali dengan jenis kopi yang lain. Jadi bagi penikmat kopi berat ini akan sangat berbeda," ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Lampung ini juga mengatakan, dengan demikian ini menandakan bahwa Gubernur telah membuat gerakan inovasi daerah, agar ada program-program yang ditingkatkan seperti halnya kopi. "Tahun lalu saya mewakili Gubernur di Kemeristekdikti di Jakarta, dan hasilnya inovasi yang dikembangkan Gubernur Ridho mendapat juara 2. Ini yang mesti masyarakat paham, dan sekarang ini adalah segmen yang keuntungannya diambil pengusaha," urainya.

Selain daripada itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga akan memberikan sertifikat kepada para petani kopi. "Ini juga salah satu bentuk perhatian Gubernur untuk para petani kopinya," tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, menjelaskan, komitment dalam mengangkat taraf kehidupan petani kopi Robusta. Minimal, melalui event ini dapat memutus mata rantai pasar. Dalam artian, petani bisa melakukan kontak langsung dengan pembeli.

Menurut Dessy, ini tak hanya meningkatkan posisi tawar petani, sekaligus kesempatan petani belajar mengetahui selera dan kebutuhan pembeli. Sehingga hukum pasar pun berlaku, produk yang berkualitas, pada akhirnya yang dicari dan dibutuhkan konsumen.

Untuk diketahui, dalam dua hari kedepan, Pemerintah Provinsi Lampung, menggelar CBM. Tak sedar event bisnis, tetapi juga dikemas secara kreatif oleh creative branding organizer MB Communication dan Lampung Segalow sehingga berkesan rekreatif dan edukatif.

Di hari pertama (2 Agustus), diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengambol tema, Membidik Peluang Bisnis Fine Robusta Omset Ratusan Juta. Pembicara yang dihadirkan yaitu, Q Grader Robusta, Karjo Matajat, dengan tema Meningkatkan Kualitas Robusta Menjadi Fine Robusta, Tantangan dan Peluangnya.

Pranoto Soenarto (ahli kopi internasional) : Peta Kekuatan Fine Robusta dari Segi Cita Rasa. Moelyono Soesilo (Eksportir, CEO Taman Delta Indonesia) : Membuka Peluang Pasar Fine Robusta di tingkat domestik dan ekspor. Muhammad Aga (Barista Berprestasi, Pemilik Coffee Smith) : Peluang Fine Robusta di Industri Hilir Cafe. Tantangan Barista meracik kenikmatan Fine Robusta

Di hari kedua nanti, bertempat di Wisma AEKI, Liwa, kegiatan peserta dipegang langsung oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan  Provinsi Lampung. Mulai dari trekking perkebunan kopi kebun AEKI sambil mengedukasi peserta tentang kualitas kopi dan belajar fotografi yang humanis dengan obyek petani kopi. Kemudian berlanjut dengan sharing atau bertatap muka dengan petani, pebisnis kopi dan dinas.(rilis)


Tuesday, 20 June 2017

Bulog Lamteng Jamin Ketersediaan Pangan

Bulog Lamteng Jamin Ketersediaan Pangan




Lampung Tengah,-Perum Bulog Divisi Regional Lampung Tengah terus berjibaku dengan ketersediaan pangan  masyarakat lampung tengah , untuk menjamin ketersediaan beras hingga setelah Idul Fitri 1438 Hijriyah dan siap memberikan pelayanan  terbaik untuk masyarakat jelang lebaran.

“Persediaan beras kita lebih dari cukup sampai lebaran, bahkan mencukupi  hingga 5 bulan kedepan ,” kata Kepala Perum Bulog Divre Lamteng Hamid Ali saat di konfirmasi media senin (20/06/17).

Hamid juga menyatakan memberikan jaminan kualitas beras terbaik yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. untuk menekan kenaikan harga memasuki hari raya idhul fitri mendatang.

Warga di “Bumi Beguwai Jejamo Wawai" ini tak perlu kuatir akan kekurangan beras selama Ramadhan maupun sampai lebaran., karena stok kita saya jamin mencukupi untuk lima bulan kedepan, Kami juga menjamin beras yang diterima masyarakat adalah beras terbaik dan merupakan stok terbaru di tahun 2017 ini," tegas Hamid Ali diruang kerjanya.

Mengenai pelayanan Bulog Hamid Ali juga menghimbau kepada masyarakat penerima beras Rastra agar lebih teliti dalam pengambilan beras yang di salurkan pihaknya.

"Saya menghimbau kepada masyarakat kalau ada pelayanan yang kurang memuaskan contohnya beras kurang bagus ya silahkan hubungi dan akan kami ganti, dengan syarat karung nya jangan di buka dulu, berapapun jumlah akan kami gant secara gratis," pungkas Hamid Ali.

Lanjut Hamid Ali, ia juga tak menginginkan masyarakat kecewa atas pelayanan bulog apalagi sampai membuat kecewa,"kalau perlu jika ada laporan warga mengenai beras yang tidak layak konsumsi , kami siap jemput bola asal wadahnya jangan diganti dengan karung yang bukan milik bulog ,karena kami ini melayani tiga kabupaten kalau pun ada keselipan harap di maklumi ‘ujar hamid yang menutup percakapan dengan mengucapkan minal aidin walfaidzin kepada seluruh masyarakat penerima manfaat khususnya , dan seluruh masyarakat lampung tengah pada umumnya.(saly)

Monday, 5 June 2017

Anggota BPK-RI Ismayatun Hadiri Paripurna LHP

Anggota BPK-RI Ismayatun Hadiri Paripurna LHP


Bandar Lampung : DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat paripurna. Dalam sambutan Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, mengatakan pada rapat paripurna dihadiri oleh Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI V Ismayatun.

"Terima kasih ke Bu Ismayatun, yang sudah hadir," kata Dedi dalam sambutanya di Gedung DPRD Provinsi Lampung dalam rapat paripurna Istimewa DPRD dalam rangka penyerahan laporan Hasil Pemeriksa Keuangan‎ atan laporan keuangan pemerintah daerah, Senin (05/06/2017).‎

Dedi mengatakan, kepada Gubenur bahwa, dalam mengenai anggaran DPR memiliki peran pengelolaan anggaran baik politik dan lainya.

Sementara, Anggota BPK V RI, Ismayatun, mendukung pengelolaan anggaran yang transparan. Salah satu hal yang penting menyusn rancangan pertanggungjawaban APBD yang diperiksa BPK. Hali ini adalaha bagian tugas fungsional BPK‎.

Mantan anggota DPR dari Daerah Pemilihan Lampung ini, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan keuangan secara transparan. Menurut dia pemeriksa keuangan memberikan opini, yang wajar dan disajikan dalam laporan keuangan.

Meski demikian pemeriksa menemukan ketentuan perundang-undangan potensi kerugian negara harus diungkap oleh pemeriksaan, tentunya ini bisa atau tidak menentukan opini. Sehingga demikian Wajar Tanpa Pengeculaian. Lampung memberikan WTP pada tahun 2016 tentu secara berturut-turut WTP presentasi ini menjadi momentum akuntabilitas menjadi kebanggan untuk dipertahankan tprovinsi lampung.

Sebanyak 60 anggota menghadiri dalam rapat paripurna, termasuk Gubenur Lampung, M.Ridho Ficardo serta Wakil Gubenur Bachtiar Basri. ‎(r)

Wednesday, 24 May 2017

BPS : Jumlah Usaha  di Lampung Naik 15,75 Persen

BPS : Jumlah Usaha  di Lampung Naik 15,75 Persen


Bandar Lampung : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat jumlah usaha dan perusahaan di Provinsi Lampung menempati posisi kedua terbesar di Sumatera setelah Sumatera Utara. Data hasil Sensus Ekonomi BPS 2016 itu mencatat, jumlah usaha di Lampung naik 15,75% atau 783.286 usaha dibandingkan Sensus Ekonomi (SE) 2006 sebesar 632.620 usaha.

Sedangkan jumlah perusahaan di Sumatera Utara mencapai 23,7% dan proporsi terkecil diduduki Bangka Belitung dengan total 2,56%. Data tersebut disampaikan Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum S, pada sosialisasi hasil pendaftaran (listing) usaha/perusahaan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016), Menakar Besaran dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Lampung, di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa (24/5/2017).

Yeane memaparkan, berdasarkan hasil SE 2016, ke-783.286 perusahaan itu dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha merujuk Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015. Jumlah itu, meningkat 25,6% dibandingkan dengan hasil SE2006 yang berjumlah 632,2 ribu usaha.

Bila dibedakan menurut skala usaha, sebanyak 775.607 usaha atau 99,2% berskala usaha mikro dan kecil. Kemudian sebanyak 7.679 atau 0,98% berskala usaha menengah besar. "Ini berarti pertumbuhan usaha khususnya UMK sangat signifikan dalam menggerakkan perekonomian Lampung," kata Yeane Irmaningrum.

Menurut lapangan usaha, perusahaan di Lampung didominasi perdagangan besar dan eceran. Lalu, reparasi/perawatan mobil dan sepeda motor sebanyak 450.062 usaha atau 57,46% dari total perusahaan. Sejalan dengan itu, jumlah tenaga kerja pun didominasi pekerja perdagangan dan reparasi yang mencapai 707.331 tenaga kerja atau 42,72% dari total tenaga kerja di Lampung.

Dengan demikina, kata Yeane Irmaningrum, sektor UMK menyerap tenaga kerja nonpertanian mencapai 1,43 juta orang (86,39%). Kategori perdagangan besar/eceran, reparasi/perawatan mobil dan sepeda motor tercatat menyerap tenaga kerja paling banyak mencapai 664,81 ribu orang atau delapan kali lipat dari tenaga kerja usaha menengah besar.

Selain itu industri pengolahan, penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, dan pendidikan merupakan usaha yang menyerap tenaga kerja tertinggi di Lampung. Sedangkan pada kategori perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, dan penyediaan akomodasi serta penyediaan makanan minuman, tercatat menjadi tempat pencaharian hampir 70% dari 1,66 juta pencari kerja di Lampung.

"Penguatan perekonomian Lampung tidak terlepas dari menguatnya aktivitas perekonomian. Usaha konstruksi, transportasi, pergudangan, informasi, komunikasi, dan jasa perusahaan adalah kategori usaha yang memperkuat pertumbuhan ekonomi Lampung. Sektor penyumbang kontribusi terbesar terhadap PDRB Provinsi Lampung adalah industri pengolahan sebesar 18,83 persen,” kata Yeane.

Pada pemaparan data tersebut, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Lampung, Intizam, mengatakan hasil SE2016 dapat mengakselerasi pembangunan ekonomi Lampung.

"Hasil yang diperoleh berdampak baik dan menjadi nilai jual perekonomian Lampung," kata Intizam.

Pertumbuhan signifikan itu, menurut Intizam, sejalan dengan naiknya daya saing Lampung ke posisi 14 nasional dari sebelumnya di posisi 26. Hasil SE 2016, bagi Provinsi Lampung, bakal jadi modal menarik minat pengusaha berinvestasi dan menjalin kerjasama bukan hanya saja perusahaan dalam negeri tapi mancanegara.(rilis)

Thursday, 18 May 2017

Triwulan Kedua, Investasi Asing di Lampung Capai Rp 2,05 Triliun

Triwulan Kedua, Investasi Asing di Lampung Capai Rp 2,05 Triliun


Bandar Lampung : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu mengkalaim target investasi yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPMRI) secara Nasional pada tahun 2017 Rp5,3 triliun, Dinas Penanaman Modal (DPM) Provinsi Lampung targetkan akhir tahun 2017 bisa kembali over target.

Kepala Dinas Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Lampung, Intizam, menuturkan hal tersebut dibuktikan dengan investasi asing yang sudah masuk ke Lampung pada triwulan kedua tahun 2017 sudah mencapai Rp2,05 triliun.

"Alhamdulillah sampai Maret saja sudah mencapai 30%. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa over target lagi.Memang dalam waktu tiga empat tahun ini investasi yang masuk selalu over target, seperti tahun 2016 lalu secara umum target investasi Rp3,5 triliun realisasinya mencapai Rp7,2 triliun atau setara 200% naik sangat signifikan realisasinya,” kata dia, ditemui usai mengikuti hearing di komisi II DPRD Provinsi Lampung, Kamis (18/05/2017).

Meningkatnya investasi yang masuk ke Lampung sendiri, lanjut Intizam, didukung dari bidang energi.

“Sekarang ini trennya ada dibidang energi atau kelistrikan. Contohnya sampai ke Tanggamus itu energi geotermal, disusul perkebunan, pengolahan makanan. Sedangkan pariwisata masih menyusul karena masih banyak faktor pendukung yang harus dibenahi,” tuturnya.

Kedepan, untuk dapat mencapai target yang ditentukan, dengan penganggaran kegiatan maupun program kerja DPM Provinsi Lampung yang sangat terbatas pada 2017 ini, melalui hearing komisi II DPRD Provinsi Lampung, DPM Provinsi Lampung menyepakati untuk lebih fokus pada program kerja yang mendukung naiknya investasi ke Lampung.

“Untuk saat ini setelah tadihearing dengan komisi II DPRD Provinsi Lampung, ada beberapa program yang terpaksa kita mundurkan kebelakang karena keterbatasan anggaran dan ada kendala dari pusat. Jadi, dewan minta agar agar lebih mengedepankan promosi, namun itu belum bisa semua kita penuhi hanya beberapa,” imbuhnya.

Terpisah, Sekertaris komisi II DPRD Provinsi Lampung, Joko Santoso mengatakan DPM Provinsi Lampung harus bisa mengedepankan giat promosi agar lebih banyak lagi investor-investor masuk ke Lampung.

“Sampai saat ini yang paling besar membawa dampak signifikan pada investasi di Lampung adalah agro makanan dan minuman yang mencapai 30%, dan saat ini energi di Lampung ada energi Geotermal yang potensinya luar biasa. Lalu air atau PLTA miko hidro,” ujarnya ditemui diruang kerjanya.

Dengan ini DPM Provinsi Lampung diminta lebih fokus pada bidang energi dan agro.
"Kalau pariwisata masih belum ya,karena masih banyak yang harus dibenahi,” tutupnya.(r)

Tuesday, 9 May 2017

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkab Lamtim Gelar Operasi Pasar

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkab Lamtim Gelar Operasi Pasar


Lampung Timur : Mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur akan menggelar Operasi Pasar (OP) dan menggelar pasar murah di 9 kecamatan serta membentuk tim pengendalai harga.

Staf Ahli Bupati Lamtim Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, David Arisandi mengatakan, dari pemantauan tim perekonomian di beberapa pasar daerah, terdapat beberapa harga kebutuhan pokok mulai naik. Diantaranya kecamatan Pekalongan, Sukadana, Wayjepara dan Labuhanmaringgai mulai menampakkan kenaikan harga lebih dari 10 persen.

"Untuk itu, agar harga kebutuhan pokok tetap stabil seperti yang diharapkan pemerintah pusat, Pemkab Lamtim akan segera melakukan operasi pasar di beberapa kecamatan. Namun, dalam waktu dekat Pemkab Lamtim terlebih dahulu akan melaksanakan pasar murah yang sudah di programkn Dinas Perindustrian dan Perdagangan di 9 kecamatan," jelas David Arisandi usai melakukan pertemuan dengan Polres Lamtim, PPI, Bulog di ruang asisten II Sekretariat Kabupaten Lamtim, Selasa (09/05/2017).

Ia melanjutkan, Pasar murah akan dilaksanakan pada pekan depan, langkah ini untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar dan akan dilanjutkan dengan Operasi pasar pada awal puasa untuk menekan agar tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Dalam hal ini, lanjutnya, sesuai dengan instruksi presiden untuk melakukan pengawasan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran, Pemkab Lamtim akan membentuk Tim dengan pihak terkait untuk pengawasan harga kebutuhan pokok di pasar.

"Hasil pertemuan dengan Perusahan Perdagangan Indonesia (PPI), Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polres Lamtim, akan dibentuk Tim Pengendalian harga kebutuhan pokok. Dan Tim ini akan bekerja melakukan pengawasan dari tingkat distribusi hingga ke pedagang sehingga akan di ketahui penyebab terjadinya lonjakan harga. Sedangkan dari Bulog mengaku ketersedian stok beras mencukupi, termasuk dari PPI yang menyatakan kebutuhan sembako cukup,"jelasnya.

Ia menambahkan, Penyebab naiknya harga kebutuhan pokok secara pasti belum diketahui, banyak factor yang menyebabkan harga kebutuhan pokok naik, seperti kekhawatiran masyarakat akan terjadi lonjakan harga sehingga warga membeli kebutuhan pokok lebih awal dengan jumlah banyak sehingga ketersediaan barang terbatas, selain itu ada pula disebabkan oleh jalur distribusi.(dra)

Tuesday, 25 April 2017

Ekonomi Syariah Bagian Penting Dalam Tatanan Perekonomian Nasional

Ekonomi Syariah Bagian Penting Dalam Tatanan Perekonomian Nasional


Bandar Lampung : Ekonomi dan Keuangan Syariah di Provinsi Lampung mulai menggeliat. Hal ini terbukti akan diselenggarakannya kembali Festival Lampung Syariah (FLASH) pada awal Mei Mendatang. Demikian diungkapkan dalam audiensi antara Wakil Gubernur Lampung dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di ruang kerja wakil gubernur Lampung, Selasa (25/04/2017).

Dalam paparan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Arief Hartawan mengatakan acara Flash rencananya akan digelar pada 8 hingga 17 Mei mendatang di Mall Boemi Kedaton. Adapun acara ini dilaksanakan dalam upaya menciptakan kesepahaman bersama antara regulator, pelaku usaha, maupun masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah.

"Ekonomi syariah saat ini merupakan bagian penting dalam tatanan perekonomian Nasional. Masyarakat juga semakin mengenal berbagai produk dan jasa halal, serta manfaatnya. Untuk itu dengan digelarnya acara ini diharapkan akan mengembangkan perekonomian syariah secara efektif dan optimal", jelasnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan dengan menyelenggarakan Flash akan memunculkan beragam usulan atau saran dari masyarakat guna mengembangkan perekonomian. Selain itu, yang tak kalah penting, kata Arief, Flash juga diharapkan mampu menguatkan semangat bersama untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menyambut baik diselenggarakannya acara Flash tersebut. Terlebih Pemerintah saat ini sedang giat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Lampung.

"Penduduk Lampung mayoritas adalah muslim. Tentu produk makanan dan lainnya yang kita konsumsi setiap hari harus terkontrol dan mendapat predikat halal MUI. Sehingga hal ini merupakan  potensi peluang bagi tumbuhnya ekonomi syariah di Provinsi Lampung", ujar Bachtiar.

Bachtiar juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait sehingga penyelenggaraan acara ini dapat berjalan sukses dan lancar.

Diinformasikan acara ini akan turut didukung oleh MUI Provinsi Lampung serta sejumlah Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung. Selain itu juga akan menghadirkan pembicara Ustd. Yusuf Mansyur dan Lula Kamal, serta akan ada rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Syariah dan Expo Produk Halal, Talkshow, Kontes Seni Budaya Islam (Marawis) Stand Up Comedy, Lomba Cerdas Cermat SMA/sederajat, dan Donor Darah.(rilis)

Thursday, 13 April 2017

Pembangunan Bandara Taufiq Kiemas Diprediksi Percepat Pertumbuhan Ekonomi Pesibar

Pembangunan Bandara Taufiq Kiemas Diprediksi Percepat Pertumbuhan Ekonomi Pesibar


Pesisir Barat : Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo optimis pembangunan Bandara Taufiq Kiemas (Pekon Serai) akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pesisir Barat. Hal ini dikatakan ketika melakukan peninjauan Bandara Taufiq Kiemas (Pekon Serai), Kecamatan Krui Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (13/04/2017).

Kunjungan ini dalam rangka memantau progress pembangunan bandara guna mendorong konektivitas antar wilayah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Koridor Barat.

“Dampaknya bagus, ekonomi dan objek wisata tumbuh, travel agen, penginapan yang dibangun pihak swasta juga akan berbenah,"ujarnya.

Disela-sela kunjungannya ke Festival Stabas di Kawasan Wisata  Labuhan Jukung Pesisir Barat, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo beserta rombongan menyempatkan meninjau langsung pembangunan Bandara Taufiq Kiemas (Pekon Serai).

Dalam arahannya Gubernur Lampung menekankan 3 hal dalam pembangunan Bandara Taufiq Kemas, yakni Pembangunan Landasan Pacu Bandara sebagai upaya penambahan jenis pesawat berbadan besar agar bisa mendarat di bandara tersebut.

Selain itu, Ia juga mengingatkan satuan kerja terkait untuk menjalin koordinasi dengan berbagai Maskapai penerbangan guna membuka rute penerbangan ke Pesisir Barat. Gubernur juga menekankan percepatan perbaikan akses infrastruktur menuju Bandara yang telah dianggarkan di Tahun 2017 ini.

“Hal itu terkait dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor pariwisata di Pesisir Barat. Pemprov sendiri merencanakan penambahan panjang landasan sebanyak 300 meter, yang saat ini kondisinya hanya sepanjang 1100 meter. Kementerian Perhubungan merincikan idealnya panjang landasan berkisar 1.300 Meter hingga 1.400 Meter”, ujarnya.

Selain itu, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengingatkan akan posisi Lampung sebagai pintu gerbang Sumatra memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di pulau ini, untuk itu perlu  komitmen dari semua pihak dalam mendukung percepatan pembangunan sistem konektivitas tersebut.(rilis)

Friday, 24 March 2017

Beras Palas Bakal Dongkrak Roda Perekonomian Lamsel

Beras Palas Bakal Dongkrak Roda Perekonomian Lamsel


Lampung Selatan : Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melounchingkan produk asli buatan daerah tersebut yakni beras palas. Kali ini pemerintah setempat melalui bidang pertanian yang terbilang cukup meliki lahan persawaan yang luas, menlounching "Beras Palas" dengan singkatan Padi Asal Lampung Selatan. Peresmian beredarnya Beras Palas tersebut kepada masyarakat, diresmikan oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, di Dekranasda, Jum'at (24/03/2017).

Saat memberikan sambutan diacara lounching tersebut, Bupati Zainudin Hasan mengatakan, dalam rangka memajukan perekonomian di Lampung Selatan banyak caranya. Salah satunya, kata Zainudin, terobosan melalui pembuatan produksi sendiri yakni "Beras Palas" dengan memanfaatkan potensi besar bidang pertanian.

"Salah satunya produksi beras dengan label Beras PALAS. Secara otomatis jika berjalan dengan baik akan mendongkrak kemajuan roda perekonomian di Lampung Selatan," kata Zaindin Hasan.

"Saya minta, sudah adanya produk sendiri (Beras Palas, red), seluruh ASN dan masyarakat umumnya tidak lagi membeli beras merk lain, kecuali merk atau label PALAS," sambungnya.

Selanjutnya, Zainudin Hasan mengatakan, memantapkan program tersebut kedepannya agar berjalan baik dengan dikelola managament yang memumpuni. Zainudin Hasan akan membentuk suatu badan atau lembaga resmi non pemerintahan mengelola produksi Beras Palas tersebut.

"Kedepan akan kita dibuatkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) khusus, supaya lebih terakomodir baik produksi maupun pemasaran," jelasnya.

Telah diresmikannya Beras Palas tersebut, Zainudin Hasan mengaku, banyak keuntungan yang akan didapat bagi Lampung Selatan. "Keuntungan adanya Beras Palas, diantaranya, dapat menghindari akan terjadinya kelangkaan beras, menekan dalam segi harga beras merk lain jika terjadi suatu-waktu," kata dia.

"Bagi petani di Lampung Selatan, saya menghimbau, supaya beras yang dihasilkan baik dan bagus, petani ditekankan agar pengelolaannya maksimal," pungkasnya.(fitri)

Wednesday, 15 March 2017

222 Koperasi Di Lampung Tengah Bermasalah

222 Koperasi Di Lampung Tengah Bermasalah



Lampung Tengah : Dinas Koperasi dan UKM Lamteng segera melayangkan surat peringatan kepada 222 koperasi yang bermasalah di Lamteng.

"Hasil evaluasi kami, ada 222 dari 600 koperasi yang terdaftar di Lamteng bermasalah. Jadi sebelum dibubarkan akan diberi peringatan terlebih dahulu. Jika tidak ingin ditutup, pihak koperasi harus memperbaikinya terlebih dahulu," ujar Kabid Perizinan dan Kelembagaan DiskopUKM, Lamteng, Mas Yusada saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, Rabu (15/3/2017).

Ditanya permasalahan apa saja yang menyebabkan koperasi itu akan dibubarkan, Yusada mengatakan di antaranya sudah tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT), ditinggal para anggotanya, tak berizin, dan permasalahan lainnya. "Ada yang sudah tidak melakukan RAT, tidak ada anggota, tidak berizin, ada masalah internal sehingga tidak aktif, dll. Tapi koperasi yang terancam dibubarkan itu rata-rata sudah berusia 10 tahun ke atas," katanya.

Ketika ditanya nama-nama koperasi yang terancam dibubarkan, Yusada menolak menjawab.

"Janganlah. Nggak etis. Pastinya 222 koperasi itu bergerak di berbagai sektor. Mulai dari koperasi simpan pinjam, koperasi tani, dan lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung diharapkan bisa mengawasi bank-bank nasional, bank daerah, bank perkreditan rakyat, dan koperasi-koperasi di Lamteng.

Hal ini diungkapkan Bupati Lamteng Mustafa saat menerima kunjungan kerja OJK Lampung di ruang kerjanya beberap waktu lalu.

Tidak hanya itu, Mustafa meminta OJK Lampung memberikan bimbingan kepada bank-bank dan koperasi di Lamteng. "Bimbingan kepada bank-bank dan koperasi ini sangat penting agar sistem keuangan di Lamteng menjadi terbaik di Provinsi Lampung," katanya.

Ayah dua putra ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Lamteng agar berhati-hati dengan koperasi abal-abal yang tidak langsung diawasi OJK Lampung. "Masyarakat harus hati-hati dengan keberadaan koperasi-koperasi yang tidak diawasi OJK. Ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan oknum nakal yang menipu masyarakat dengan mengatasnamakan koperasi di Lamteng. Pemkab Lamteng kan ada Bank Syariah Rajasa, masyarakat bisa memanfaatkannya," ujarnya.

Kepada aparatur pemerintah, Mustafa berharap segala kewajiban berkaitan dengan pelaporan keuangan menjadi prioritas utama. "Pelaporan keuangan harus jadi prioritas utama aparatur pemerintah di Lamteng. Ini agar kita mampu menyajikan data dengan baik dan tepat waktu," ungkapnya.(r)

Tuesday, 29 March 2016

Herman HN Minta Warganya Manfaatkan Diskon IMB

Herman HN Minta Warganya Manfaatkan Diskon IMB


BANDARLAMPUNG: Walikota Bandarlampung, Herman HN mengajak masyarakat untuk segera membuat Izin mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggalnya.

Dikarenakan saat ini pemkot Bandarlampung memberikan diskon(potongan) sebesar 50 persen, dan program ini hanya berlaku sampai 31 Desember 2016
“Saya minta masyarakat segera memanfaatkan program IMB diskon 50 persen ini,” kata dia, Senin (28/03/2016).
Sementara Kepala BPMP Bandarlampung Saprodi, didampingi Kepala Bidang Perizinan BPMP Bandarlampung, Fachrudin mengatakan,  pihak kecamatan dan kelurahan telah diminta untuk mensosialisasikan pembuatan IMB kepada masyarakat.
Mudah-mudahan dengan adanya diskon 50 persen ini, masyarakat di Bandarlampung bisa memanfaatkan program Walikota ini, dan segera membuat IMB yang diskon 50 persen.
“Jika masyarakat memanfaatkan program ini, maka akan secara otomatis berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bandarlampung. Untuk diketahui oleh masyarakat, BPMP telah lama membuka pos pelayanan di Gedung Satu Atap Pemkot Bandarlampung,” kata dia.(r)

Wednesday, 2 March 2016

Saham Wall Street Capai Penguatan Tertinggi

Saham Wall Street Capai Penguatan Tertinggi

Pada penutupan perdagangan saham di Amerika Serikat (AS), Selasa (1/3/2016) atau Rabu dini hari (WIB), perdagangan saham di Wall Street mencapai penguatan tertinggi dalam sebulan. 

Penguatan bursa didorong oleh saham sektor keuangan dan teknologi, yang juga menguat pasca rilis data pabrik dan konstruksi di AS yang memperlihatkan bahwa negara dengan perekonomian terbesar tersebut sedang mencoba mendapatkan momentum pemulihan. 

Indeks S&P ditutup menguat 2,39 persen lebih tinggi, sementara di Januari lalu indeks ini turun 3 persenakibat aksi jual yang berlangsung beberapa minggu. 

Indeks S&P 500 naik 46,12 poin ke level 1.978,35. Dari 10 sektor penopang indeks S&P, rata-rata memiliki kenaikan diatas 1 persen. 

Selain itu, naiknya saham Apple membantu indeks Nasdaq mencapai penguatan terbesar sejak Agustus. Nasdaq Composite IXIC naik 2,89 persen ke level 4.689,60. 

Sementara indeks Dow Jones industrial DJI naik 2,11 persen ke level 16.865,08. Seperti halnya indeks S&P, indeks Dow juga naik tertinggi sejak 29 Januari 2016. 

"Apa yang membuat kenaikan di Agustus? Yaitu saat perlambatan China akan berpengaruh pada seluruh dunia," kata Donald Selkin, chief market strategist di National Securities, New York. 

"Kini kita akan melihatnya secara virtual, tidak ada kesempatan kita akan menuju resesi," tambah dia. 

Dalam sebuah pertanda yang memperlihatkan investor makin percaya diri, indeks CBOE Volatility turun 13,8 persen sebagai penuruna terdalam sejak 31 Desember 2015. 

Pada perdagangan saham di AS Selasa ini, sebanyak 8,8 miliar saham beganti tangan, sejalan dengan rata-rata 8,8 miliar pergantian saham dalam perdagangan di 20 hari perdagangan saham, menurut data Thomson Reuters.(n)