Bandar Negeri Suoh (JL)--Bencana alam banjir
bandang di Pekon Hantatai dan Tembelang Kecamatan Bandar Negeri Suoh,
Lampung Barat, kini telah menelan lima orang korban. Dua orang ditemukan
sudah tidak bernyawa, sementara dua korban ditemukan selamat dan satu
korban belum ditemukan.
Atas
peristiwa yang mengakibatkan bencana yerhadap 60 kepala keluarga
tersebut, warga "Gudang PM" berinisiatif menyalurkan bantuan berupa 60
paket sembako, pakaian layak pakai dan buku serta alat tulis.
Ketua
Gudang PM Bamsoed mengatakan, kejadian bencana yang menimpa Lambar
bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, untuk itu Gudang PM akan
memberikan dukungan langsung terhadap korban bencana.
"Bencana
yang menimpa keluarga kita di BNS menjadi tanggungjawab semua pihak,
maka sebagai rasa simpati, kami bersama kawan-kawan turun langsung ke
lokasi bencana dan memberikan bantuan," kata Bamsoed.
Dijelaskan
Bamsoed, bantuan yang disampaikan PM Gudang, merupakan sumbangan yang
terkumpul dari seluruh warga PM Gudang, berupa 60 paket sembako, pakaian
layak pakai dan ATK.
"Alhamdulillah
simpati kawan-kawan sangat tinggi, sehingga dalam minggu ini selain
bisa membantu korban bencana banjir bandang, PM Gudang juga Kemarin
memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu (Tugiman) berupa
sebidang tanah", bebernya.
Sementara
iru Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Lambar, Andi Cahyadi menjelaskan pihaknya dibantu
Basarnas Provinsi Lampung, Basarnas Tanggamus dan PMI Lambar terus
melakukan terhadap satu korban yang belum diketemukan.
"Tim
yang ada tidak kenal lelah mencari satu korban yang sampai saat ini
belum ditemukan, juga kami membantu membersihkan material banjir bandang
yang menghanyutkan satu unit rumah dan merusak puluhan rumah lain,"
jelas Andi.
Kepala
BPBD Lambar Maidar menambahkan, pihak SAR sudah menyusuri searc area
sungai sepanjang 10 kilometer, baik melalui sungai menggunakan perahu
fiber dan menyusuri pinggiran sungai, untuk mencari salah satu korban
yang belum ditemukan.
"Tim
kami sudah bekerja dengan maksimal yang terbagi dalam empat tim, baik
menyusuri daerah aliran sungai Way Bulok dan Way Semaka. Dan kami akan
terus melakukan pencarian sampai korban hilang dapat ditemukan",
tutupnya.(Fb)


0 komentar: