Saturday, 4 November 2017

Kiprah Santri Telah Teruji Dalam Mengokohkan pilar NKRI

TANGGAMUS : JournalLampung.com :Dengan tema'Santri mandiri,NKRI Hebat', Kabupaten Tanggamus gelar Pengajian Akbar, dalam rangka peringati Hari Santri Nasional yang di laksanakan di Taman Kota, Kecamatan Kotaagung pada Sabtu(04/11/17).

Dalam kesempatan ini, Pemkab Tanggamus sengaja menghadirkan langsung K.H. Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan juga Rais 'Aam PBNU.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tanggamus, Samsul Hadi menuturkan, jika kiprah santri telah teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Darus Salam.

"Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bis Syaukah, yakni pemimpin sah yang harus ditaati."ujar Samsul Hadi (4/11), yang diketahui turut mengutip Pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dalam memperingati Hari Santri ke III Tahun 2017.

Masih dalam sambutannya, Samsul Hadi juga mengingatkan para Santri, jika saat ini, santri hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia (Internet) punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Karenannya Samsul mengimbau agar para Santri dapat memanfaatkannya untuk jalan Dakwah.

"Internet ternyata tidak hanya telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan, serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan, dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga, dan martabat seseorang. Kaidah fikih al-muhafadhah ala-l qadimis shalih wa-l akhdzu bi-l jadidi-l ashlah, senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah."harap Samsul.

Sementara itu KH. Ma'ruf Amin dalam dakwahnya menyampaikan, jika agama Islam itu ajarannya sangat Toleran, Teologi islam adalah teologi Toleran. "Saat mendirikan Negara ini, umat islam sangat toleran, sehingga tidak memaksakan negara ini harus negara islam, akan tetapi negara ini adalah negara kebangsaan, jadi bagi santri dan Nahdlatul Ulama, negara ini sudah final dan selesai. Para santri jangan sampai terprovokasi apabila ada yang mempertanyakan kedudukan negara, atau Pancasila, bagi Nu NKRI harga mati."kata Ketua Umum PBNU tersebut.

Ulama Kharismatik ini juga perpesan kepada para Santri, agar terus mendalami ilmu ilmu Agama dengan benar, agar kelak dapat menjadi generasi penerus bagi para ulama dan kiyai dalam menyebarkan Islam."Karenanya saya juga berpesan kepada para orang tua, agar dapat mendidik anak anaknya untuk mendalami agama islam di Pesantren pesantren, jika misal memiliki anak Tiga, atau Lima, maka jangan semua disuruh sekolah biar bisa jadi pegawai, jadi dokter atau yang lain, tapi berikan kesempatan minimal Satu orang dari anak anaknya untuk dididik di pesantren, biar bisa mengerti ilmu agama."pesan KH. Ma'ruf Amin.

Turut hadir dalam Acara Hari Santri tersebut, Ketua Pengurus wilayah NU Lampung, KH. Raden Soleh Bajuri, Ketua MUI Lampung, KH. Khoirudin Tahmid, KH. DR. Ahmad Yanu Aslam, Wakil Bupati Tanggamus, Hi. Samsul Hadi, bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Afilah, Sekda Tanggamus, H. Andi Wijaya, Asisten III, H. Firman Ranie, Seluruh Kepala SKPD, serta turut dihadiri pula oleh Ketua PC NU Tanggamus, H. Amirudin Harun, Ketua MUI Tanggamus, Hi. Ma'mun Siraj, Ketua Forum Pondok Pesantren Tanggamus, KH. M. Fadholi, serta ribuan Muslimat NU, dan perwakilan Para Santri se Tanggamus. (*)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: