![]() |
Dalam rentang 20 tahun dengan status sebagai transmigrasi lokal (translok), warga setempat sudah berhasil berkarya dengan membangun kampung mereka. Sayangnya, keinginan warga agar kampung mereka menjadi definitif belum kesampaian.
Samino (55) warga setempat menuturkan, harapan warga Kampung Karya Makmur SP 1 agar kampung mereka menjadi definitif.
"Kalau statusnya jelas kan enak, ini malah sudah mengajukan permohonan berkali ke pemerintah terdekat tapi belum juga terwujud," tutur Samino.
Pria yang berprofesi sebagai buruh tebang di PT GMP ini juga mengatakan, kejelasan status definitif kampung mereka akan sangat berguna di kemudian hari. Dirinya mencontohkan urusan yang berkaitan dengan kepemilikan lahan cukup membuat persoalan yang pelik.
"Status lahan tidak bersertifikat karena status kampung belum definitif," kata dia.
Menurut Samino, perangkat pemerintah mulai dari Kabupaten Tulangbawang sampai tingkat bawah terkesan tidak serius menanggapi keinginan warga mereka. Jika ini dibiarkan berlarut-larut, ke depannya mereka akan mengajukan permohonan ke pemerintah yang lebih tinggi.
"Pembicaraan seperti itu sudah sering diobrolkan warga, hanya saja tidak tahu kapan suratnya akan disampaikan ke pemerintah provinsi.Dirinya berharap dengan adanya keramaian di kampung mereka yakni pagelaran wayang kulit, dapat membuka mata para pejabat bahwa kondisi kampung mereka setidaknya bisa dilihat dan diperjuangkan.Mereka sudah banyak termakan janji-janji yang tidak kunjung mampir dan memuaskan dahaga mereka selama ini.
"Kalau pak Arinal jadi gubernur mudah-mudahan beliau tidak lupa. Saya rasa ini kesempatan bagus untuk menyuarakan kepentingan masyarakat," Tandasnya. (*)


0 komentar: