Lampung Tengah : Muhammad Bagas balita sepuluh bulan warga Kampung Bulu Sari Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah , terkulai lemah digendongan Misman orang tuanya dengan kondisi kesehatan yang makin memprihatinkan , akibat adanya kelaianan pada syaraf motorik yang dideritanya sejak lahir . dsisertai komplikasi akibat gizi buruk .
” ya ginilah mas keadaan bagas gak sembuh sembuh “ ujar Misman di kediamanya sambil terbata bata (17/04/2017).
Menurut Misman orang tuan Bagas Selama tujuh sampai delapan bulan pasca kelahiran, berbagai upaya telah dilakukan oleh pria 35 tahun yang bekerja sebagai buruh serabutan ini , untuk kesembuhan putra pertamanya agar bisa tumbuh dan berkembang secara sehat , namun akibat keterbasan ekonomi Bagas ahirnya dibawa pulang kerumah dan tidak mendapat perawatan medis selama beberapa bulan .
Ternyata inilah awal penderitaan Bagas Sampai ahirnya di jemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah dirumah kakeknya , untuk dilakukan kepengurusan BPJS agar bayi malang tersebut bisa menikmati fasilitas pemerintah di rumah sakit Demang Sepulau Raya .
Namun menurut keterangan dokter rumah sakit bagas saat ini mengalami komplikasi , dimana sebelumnya bagas hanya menderita gangguan syaraf motorik dan keterbelakangan mental , namun kini sudah komplikasi karena diserta TBC dan gizi buruk.
Hal tersebut di jelaskan oleh dokter Kurnia yang merawat Bagas selama di rumah sakit “ saat ini kondisi Bagas memang belum stabil karena komplikasi “ ujar kurnia yang menyayangkan keluarga Bagas yang memaksa membawa bagas pulang dari Rumah Sakit .
Namun demikian mengingat berat badan bagas yang terus menurun , pihak rumah sakit terpaksa memasang selang air melalui hidung menuju tenggorokan . yang berfungsi sebagai alternatif untuk memasukan segala kebutuhan yang harus di konsumsi Bagas.
Diharapkan dengan bantuan selang alternatif tersebut , dapat membantu untuk menaikan berat badan bagas yang hanya 5,1 kilogram “ ya untuk berat badan bayi seumuran bagas normalnya kan 6, 2 kilo “ ujar Dokter Kurnia (Saly)


0 komentar: