Lampung Tengah : Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Lampung Tengah melakukan pembinaan terhadap Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kecamatan Bumi atu Nuban , yang mewakili lampung tengah ketingkat provinsi dalam lomba kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakt yang akan diadakan bulan mei mendatang di balai Kampung Wates (17/04/2017).
” Jadi setelah kami melakukan evaluasi terhadap 14 kampung , maka kampung wates ini terpilih menjadi kampung yang akan mewakili lampung tengah , untuk maju ketingkat provinsi dan akan bersaing denga 15 kabupaten dan kota seprovinsi lampung , dalam lomba KBBGRM 2 Mei ,di kabupaten pesawaran “ terang Setiono Kabid Pengembangan Sosial dan Budaya PMK setempat .
Diharapkan dengan kegiatan tersebut Kampung Wates yang terpilih untuk mengikuti perlombaan tersebut dapat mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal , untuk memastikan semua persiapan dapa untuk menarik perhatian tim penilai yang turun kelapangan , mengingat acara yang akan di gelar di kabupaten pesawaran tersebut Kampung Wates akan bersaing dengan 15 Kabupaten dan Kota seprovinsi Lampung .
“ ya mudahan kampung wates terpilih jadi pemenang sesuai dengan harapan kita , untuk itu pembinaan semacam ini sangat penting bagi TP PKK , agar mengetahui apasaja yang harus di persiapkan kedepan dalam perlombaan “ pungkas Waluyo selaku Camat Bumi Ratu Nuban .
Menurut Kepala Kampung Wwates Wahyu Bintoro , kampung yang dipimpinya kurang lebih Baru sepuluh bulan tersebut telah meraih juara satu sekabupaten Lampung Tengah dari segi kebersihan melalui gotong royong masyakat , dan mendapat juara tiga dalam lomba kampung yang dilaksanakan oleh Pemda setempat baru baru ini .
Selain itu Kampung Wates juga telah berhasil menciptakan inovasi berbasis teknologi untuk pendataan maupun pelayanan terhadap masyarakat melalui aplikasi.
“ kami saat ini telah menerapkan sistem pelayanan publik menggunakan aplikasi , yang kami sebut dengan moto LIMIT , yakni satu surat dijamin akan selesai hanya dalam waktu lima menit “ demikian wahyu menuturkan kepada journal lampung (Saly).


0 komentar: