Saturday, 29 April 2017

409 Rumah Tak Layak Huni Di Tubaba Dibedah


Tulangbawang Barat :  Sebanyak 409 rumah di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendapat bantuan stimulan rumah swadaya yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di tahun 2017. Hunian itu tersebar di enam tiyuh di dua kecamatan, empat di Kecamatan Gunungterang dan dua di Gunungagung.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Tubaba, Abdul Sani menjelaskan, bantuan tersebut merupakan program nasional dengan target 1 juta rumah. “Ini program pusat melalui APBN. Nah, Provinsi Lampung mendapat bantuan stimulan untuk 3.000 unit rumah yang tersebar di delapan kabupaten. Salah satunya Tubaba,” katanya, Senin belum lama ini.

Sasaran program ini yakni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang rumahnya tidak layak huni. Sehingga diharapkan rumah penerima manfaat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain menjadi layak dihuni. MBR dimaksud, menurut Abdul Sani, adalah masyarakat yang penghasilan rata rata setahunnya tidak melebihi upah minimum regional (UMR) Lampung.

Sementara bantuannya nanti berupa uang dan wajib dibelikan material. Tapi, bantuan ini sifatnya hanya untuk memperbaiki rumah yang ada, bukan membangun hunian baru. Besar bantuan disesuaikan dengan kriteria rumah penerima yang akan diperbaiki, apakah masuk kategori berat, sedang, atau ringan.

Untuk kategori berat Rp15 juta, sedang Rp10 juta, sedangkan untuk yang ringan hanya Rp7,5 juta. 

“Kalau untuk Tubaba hampir 80 persen masuk kategori berat dan jika dikalkulasikan total bantuannya sekitar Rp6 miliar. Nantinya, bantuan ini langsung masuk ke rekening penerima. Setelah diterima maka rekening langsung ditutup,” bebernya.


Guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan bisa dipahami oleh masyarakat khususnya calon penerima, pihaknya saat ini masih dalam proses pendataan ulang dan sosialisasi.

 “Sebenarnya sudah ditetapkan oleh pusat nama-nama penerimanya. Tapi kalau tidak sesuai masih bisa dirubah dengan catatan tidak keluar dari tiyuh sasaran. Sedangkan untuk realisasinya ke masyarakat (penerima) paling cepat sekitar Juni mendatang,” ungkapnya.(rasid)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: