Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Monday, 14 January 2019

Polisi Evakuasi Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga di Depan Gereja ke Puskesmas Pagelaran

Polisi Evakuasi Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga di Depan Gereja ke Puskesmas Pagelaran



PRINGSEWU - Bayi berjenis kelamin laki-laki diperkirakan berumur 1,5 bulan ditemukan warga di warung es dugan tepatnya di depan gereja Santa Maria Pekon Panutan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, Senin (14/1/19) pagi.

Hal itu dikatakan Kapolsek Pagelaran Polres Tanggamus Iptu Edi Suhendra, SH setelah pihaknya mendatangi TKP penemuan bayi tersebut.

"Bayi ditemukan pertama kali oleh saksi Muhzidin (60) sekitar pukul 08.45 WIB," kata Iptu Edi Suhendra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM melalui Whatsapp.

Lanjutnya, bayi ditemukan di dalam kardus yang didalamnya berisi berisi susu dalam dot dan 2 helai selendang.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Muhzidin, bemula ia menghantarkan air untuk berdagang di depan Gereja Santa Maria Pekon Panutan, sesampainya di warung saksi mendengar suara tangisan bayi kemudian saksi mencari sumber suara tersebut.

"Setelah mencari sumber suara tersebut pas di samping warung saksi berdagang di temukan bayi laki laki yang di masukan dalam kardus. Kemudian saksi melapor ke polsek pagelaran," jelasnya.

Ditambahkan Iptu Edi Suhendra, indakan kepolisian selain menerima laporan, mendatangi tkp dan mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas juga memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.

"Saat ini bayi dalam perawatan Rawat Inap Kecamatan Pagelaran," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Rawat Inap Pagelaran Subani, S.Kep. M.Kes melalui Kepala Poned / Unit Persalinan Siti Azoya membanarkan pihaknya menerima penyerahan bayi dari Polsek Pagelaran.

"Bayi diperkirakan berumur 1,5 bulan, hal itu sesuai berat badannya dan tali pusar sudah tidak ada," ucapnya melalui sambungan telfon.

Ia juga menerangkan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan sehat. "Berat 4,5 kg, panjang 53 cm dan lingkar kepala 42 cm," tandasnya. (Borneo)

Editor : Davit,s

Friday, 11 January 2019

Dua Remaja Pembobol Rumdis LP Ditangkap

Dua Remaja Pembobol Rumdis LP Ditangkap

Tanggamus (JL)  : Dua orang remaja yang diduga maling dengan membobol sebuah rumah dinas LP di Jl. Ir. H. Juanda Kel. Kuripan Kec. Kota Agung Kab. Tanggamus ditangkap aparat.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menjelaskan, pada Rabu 09 Januari 2019 sekira pukul 01.00 WIB, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Kota Agung membekuk Dua Remaja yang diduga pelaku pencurian.

"Berdasarkan laporan Polisi nomor LP:B/05/I/2019/LPG/RES tgms/sek agung tgl 07 januari 2019. Korban atas nama Tri Juniadi, usia 33 tahun yang juga pegawai LP telah melaporkan tindak pidana pencurian yang terjadi di rumahnya. Atas dasar itu kami mengungkap Dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku," jelasnya kepada tim redaksi, Kamis (10/1/2019).

Kedua remaja yang diduga kuat sebagai pencuri tersebut merupakan warga Kel. Baros Kec. Kota Agung Kab. Tanggamus. Mereka berinisial RWS (19) dan rekannya yang merupakan seorang pelajar berinisial ER (14).

"Kronologis kejadian itu pada tanggal 7 Januari  2019, sekira jam 03.00 WIB, para pelaku masuk kerumah korban dengan cara mencongkel pintu samping rumah menggunakan obeng. Setelah pintu rumah korban terbuka kemudian pelaku masuk dan mengacak rumah korban lalu mengambil uang tunai sebesar Rp.500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah,Red) yang diletakan dilaci meja," ucap AKP Edi Qorinas.

Dirinya juga menyebutkan, selain uang kedua pelaku juga mengambil Satu buah box musik warna putih dan 2 kotak korek gas.

"Atas kejadian itu korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.1.000.000 (Satu Juta Rupiah, Red)," imbuh Kasat.

Ia juga membeberkan, berdasarkan hasil pengembangan salah seorang tersangka berinisial RWS juga pernah melakukan pencurian di rumah dinas Kepala Rutan Kota Agung.

"Dari hasil pengembangan bahwa pelaku RWS ini juga pernah melakukan pencurian di rumah dinas Kepala Rutan kota agung, bersama dengan temannya berinisial IV. Keduanya telah mengambil Satu unit televisi LED 32 inc merk Samsung warna hitam, Satu buah DVD player merk Tanaka warna hitam, Satu buah kamera merk go pro, dan stapol warna biru putih, dan tersangka IV beserta barang buktinya telah diamankan di Polsek kota agung," tandasnya. (Red)

Tuesday, 8 January 2019

Tersangka Pelaku Curat Dilimpahkan  Polsek Pringsewu Kota Ke Kejaksaan

Tersangka Pelaku Curat Dilimpahkan Polsek Pringsewu Kota Ke Kejaksaan

Pringsewu (JL)- Polsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus melimpahkan Effendi (49) warga Dusun Serbajadi Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan kepada Kejaksaan Negeri Pringsewu, Selasa (8/1/19).

Sebab berkas perkara pencurian dengan pemberatan (Curat) yang dilakukannya di pasar terminal sarinongko pada Nopember 2018 lalu, dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

Tersangka tergolong unik dalam melakukan pencurian sebab dalam melaksanakan aksinya dia memanjat beberapa tembok guna mengambil barang pedagang buah di pasar sarinongko pringsewu bak spiderman.

Akibatnya ulahnya itu para pedagang beberapa waktu lalu resah akibat buah jualannya sering hilang, pedagang berharap agar dengan tertangkap sang spiderman ini dapat menjadikan pasar pringsewu lebih aman kembali terhadap barang julan pedagang.

Kapolsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus Kompol Eko Nugroho, SIK mengatakan berkas tersangka dinyatakan lengkap berdasarkan surat Kejaksaan bernomor B-05/N.8.16.8/Epp.1/01/2019 tanggal 7 Januari 2019.

“Berkas perkara tersangka Pahmi sudah P21 sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP. Sehingga penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Kompol Eko Nugroho mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Hesmu Baroto, SIK. MM.

Kompol Eko Nugroho menjelaskan, tersangka Effendi sebelumnya ditangkap Polsek Pringsewu Kota pada Jumat (9/11/18) malam, setelah melakukan aksi Curat di toko buah Vitara Fruit milik korbannya Frianto Panjaitan (46) warga Jalan Pemuda Perum Griya Bambu No.C5 RT.002/RW.003 Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu

“Dalam kejadian tersebut, korban mengalami kerugian 2 dua apel Fuji dan 2 keranjang anggur,” tandas Kompol Eko Nugroho.

Sementara itu kepada awak media, Bayu Wibianto selaku Kasi Intel Kejari Pringsewu membenarkan, bahwa pihaknya berdasarkan surat perintah kepala kejaksaan negeri pringsewu menunjuk Alfadera, SH selaku jaksa peneliti dan Penuntut umum atas berkas perkara atas nama Efendi.

Tersangka disangka dengan pasal pencurian dengan pemberatan yakni pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHPidana atau Pasal 363 Ayat 1 ke 5. “tersangka didakwa pasal tersebut karena tersangka layaknya spiderman memanjat pagar pengaman toko di pasar pringsewu pada hari Jumat tanggal 09 November 2018 sekira jam 21.00 Wib selanjutnya masuk kedalam toko buah milik korban,” kata Bayu Wibianto.


Menurutnya, saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan dan dititipkan di rutan kota agung dan dalam waktu dekat ini tersangka akan dilimpahkan ke persidangan pada pengadilan negeri kota agung. (Dav)

Monday, 7 January 2019

Wabup Pringsewu Serahkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

Wabup Pringsewu Serahkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

Pringsewu (JL) - Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A. menyerahkan bantuan  kepada Jumadi, warga Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Senin (7/1). Bantuan berupa sembako dan material bangunan diterima oleh Jumadi yang merupakan korban bencana alam angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu di desa tersebut.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A.,  didampingi  Kepala BPBD Kabupaten Pringsewu  H.M.Khotim, S.Pd., S.E. dan Camat Ambarawa Yuli Susapto, S.Sos. berharap bantuan yang diberikan Pemkab Pringsewu dapat bermanfaat serta dapat meringankan  beban penderitaan korban, serta  merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkab Pringsewu terhadap warganya. “Semoga bantuan ini dapat  dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya. (Davit)

Saturday, 17 November 2018

Kemunculan Debu Misterius Diduga Akibat Aktifitas Gunung Anak Krakatau

Kemunculan Debu Misterius Diduga Akibat Aktifitas Gunung Anak Krakatau

Lampung Selatan (Journal Lampung) --Debu Hitam Misterius Resahkan Warga Lampung Selatan. Sejumlah warga di kecamatan Sidomulyo dan Kalianda kabupaten Lampung selatan dibuat panik sejak Sabtu (17/11/2018) pagi. Akibat kemunculan mendadak debu (abu) hitam misterius yang menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak nafas.

Warga Kota Dalam berinisial EO (27) Kecamatan Sidomulyo mengatakan, sebagian warga di desanya termasuk dirinya mengalami masalah pernapasan akibat kemunculan abu hitam misterius itu.

"Sudah dari tadi pagi mas kami membersihkan debu hitam itu, selain bikin susah nafas debunya juga terus turun dan menumpuk," terangnya

Dirinya menuturkan, sebagian besar warga desanya menduga debu hitam misterius itu berasal dari aktivitas industri di desanya.

"kami sih curiganya debu ini berasal dari limbah pabrik, soalnya sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini" ujarnya.

Tidak hanya di sidomulyo, dampak debu hitam misterius itu juga dirasakan warga kecamatan kalianda.

AS (32) misalnya, ia mengaku juga merasakan dampak dari debu tersebut.
"Dari pagi turun terus mas, walaupun udah berkali kali dibersihkan. Tapi kalau sy sih curiganya bukan limbah pabrik soalnya tapi lebih seperti abu dari aktivitas vulkanik" ungkapnya.

Hingga berita ini dimuat, didapati debu tersebut sudah menyebar ke beberapa kecamatannya lainnya, keluhan dari warga juga terus tercatat, sebagian berharap pemerintah setempat dapat mengambil tindakan untuk meneliti asal usul dari debu hitam yang membuat sesak nafas tersebut, sebelum dampaknya semakin membesar dan memakan banyak korban.(r)

Wednesday, 7 February 2018

Gubernur Ridho: Tunjangan untuk Pengawas dan Staf TU Diberikan Akhir Februari 2018 ini

Gubernur Ridho: Tunjangan untuk Pengawas dan Staf TU Diberikan Akhir Februari 2018 ini

LAMPUNG TIMUR--Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk mulai memberikan tunjangan insentif bagi pengawas dan staf tata usaha pada bulan Februrari 2018 ini. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lampung Timur, di Lapangan Sribawono, Kecamatan Sribawono Kabupaten Lampung Timur, Selasa (6/2/2018). 

"Insyallah ini akan diberikan di akhir Februari ini," kata Ridho. Tunjangan tersebut untuk pengawas sekolah sebesar Rp1,2 juta/bulan, dan untuk tata usaha sekolah sebesar Rp500.000/Bulan.


"Kami memohon doa restu agar Pemprov Lampung tetap amanah dan giat untuk memajukan SMA/SMK, sehingga menghasilkan lulusan yang lebih baik lagi, untuk Provinsi Lampung terkhusus untuk Lampung Timur karena termasuk yang diprioritaskan menjadi salah satu daerah unggulan," ujar Gubernur.


Gubernur Ridho bertekad pendidikan SMA/SMK di Provinsi Lampung akan menjadi lebih maju dan lebih baik, terutama setelah pelimpahan kewenangan SMA/SMK, di bawah kendali Pemprov Lampung. "Dengan segenap kemampuan yang dimiliki dan segala keterbatasan yang ada, dukungan kepada SMA/SMK akan terus dilakukan," ujar Gubernur.


Dalam mengembangkan bidang pendidikan pula, Ridho menyampaikan sejauh ini Pemprov telah banyak berbuat. Di antaranya Pemprov telah memberikan lahan untuk Universitas Lampung (Unila) seluas 150 Ha dan pemberian lahan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung seluas 60 Ha.
 
"Lahan di Unila disiapkan perluasannya, karena saya tahu anak-anak Lampung Timur banyak akan masuk kesana, dan Lampung Timur yang juga memiliki banyak Madrasah dan Pondok Pesantren yang kedepannya banyak masuk ke UIN Lampung. Itu adalah bentuk dari tekad Pemprov Lampung dalam memperbesar kapasitas pendidikan tinggi untuk mempertajam generasi muda Provinsi Lampung," katanya.


Ridho berpesan bahwa guru-guru di Lampung Timur harus mempersiapkan generasi muda dalam membangun pertumbuhan di Provinsi Lampung. "Saya berharap bapak ibu guru mempersiapkan generasi muda kita kedepan, agar Lampung Timur ini ketika Provinsi Lampung maju, Lampung Timur juga ikut maju dan sejahtera sehingga anak-anak Lampung Timur benar-benar menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri. Saya selaku Gubernur sudah menjadi tugas saya dalam membangun dan menyejahterakan daerah, tetapi untuk membina dalam kemajuan untuk anak-anak Lampung, porsi ini berada di tangan bapak ibu guru," katanya.

Ridho juga mengimbau agar guru-guru juga memberikan dorongan kepada para siswa/i untuk tergabung dalam organisasi sekolah, sebagai bekal dalam penambahan pengetahuan. "Kemampuam saya belajar di berbagai organisasi semasa sekolah, menjadi bekal pengalaman saya. Mungkin jalur ini juga bisa diikuti sebagian adik-adik kita kedepannya, berikan kesempatan mereka untuk belajar organisasi," ujarnya.

Apresiasi disampaikan Ketua MKKS Lampung Timur Sugeng atas berbagai program Gubernur Ridho terhadap kemajuan SMA/SMK di seluruh Kabupaten/Kota termasuk di Lampung Timur.
 
"Kami sangat berterima kasih program bapak Gubernur dalam dunia pendidikan seperti tunjangan kinerja kepala sekolah, diberikannya SK guru honor SMA/SMK, tunjangan honor guru murni SMA/SMK, program Lampung mengajar di daerah terpencil. Semoga dana Bosda dan program sekolah gratis, digulirkan di Lampung Timur," ujarnya.


Sugeng mengatakan MKKS SMA/SMK Lampung Timur berkomitmen penuh mendukung penuh seluruh program Gubernur Ridho. "Kami MKKS SMA/SMK mendukung penuh seluruh program bapak Gubernur, baik yang sudah terlaksana, sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilakaanakan," katanya.
"Bapak Gubernur terima kasih juga atas pemberian batik untuk guru-guru kami. Semoga amanah yang dipegang Gubernur ini dapat berkelanjutan," sambungnya.

Kehadiran Gubernur di Lamtim juga menyempatkan diri menyapa dan melayani masyarakat Lampung Timur dalam operasi beras. Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) itu dilakukan dengan memasarkan beras medium Het dengan harga Rp.8.500/Kg yang bertujuan meringankan beban masyarakat. Operasi pasar tersebut kerjasama antara Pemprov Lampung, Sub Drive Lampung Timur dan Perum Bulog Drive Lampung.

Pada acara itu, Gubernur juga melakukan penandatanganan prasasti Unit Sekolah Baru (USB), penyerahan bantuan buku perpustakaan desa, penyerahan SK PKH Pendamping Sosial, dan Penyerahan SK Guru honorer.  Selain itu, adapula penyerahan uang pembinaan dalam penyelenggaraan Ridho Ficardo Cup sebesar Rp50 juta, dan penyerahan bingkisan sunatan massal.(Humas Prov)

Monday, 7 August 2017

Tanpa Cela, Akhirnya Sjachroedin  Akui Kepemimpinan Ridho

Tanpa Cela, Akhirnya Sjachroedin Akui Kepemimpinan Ridho

BANDAR LAMPUNG--Mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo berkomitmen melanjutkan pembangunan Kota Baru Lampung, di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan. 

Menurut Sjachroedin penghentian pembangunan Kota Baru untuk membereskan administrasi 

"Pak Ridho tidak memberhentikan, tapi ada permasalahan administrasi. Zaman saya kan suratnya ngak ada. Cuma, saya kan gaya koboi, namun Pak Ridho tidak mau gaya koboi kayak saya. Namun sekarang semua syarat administrasi beres. Setelah masalah administrasi keluar, barulah Kota Baru diproses lagi," kata Sjachroedin usai bersilaturahmi dengan Ridho Ficardo, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (4/8/2017).

Salah satu bukti pembangunan Kota Baru berlanjut yakni pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandar Negara Husada dan perbaikan jalan. Area Kota Baru Lampung merupakan kawasan hutan lindung Register 45 yang pelepasan haknya menunggu keputusan Menteri Kehutanan. 

Selama lima tahun, di era Menteri Kehutanan Zulkifili Hasan, surat pelepasan Register 45 tidak terbit. Namun di era Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, surat tersebut terbit sehingga menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Lampung melanjutkan kembali pembangunan Kota Baru. Apalagi, kata Sjachroedin, pembangunan Kota Baru memiliki payung hukum Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembangunan Kota Baru.

Sjachroedin yang kini menjabat Duta Besar RI untuk Kroasia mengakui, gaya kepemimpinan Ridho berbanding terbalik dengannya. "Pak Ridho ini sangat prosedural, sedangkan saya sering nabrak kalau untuk kepentingan rakyat. Beliau tidak memberhentikannya, tapi hanya ditunda sementara. Saya berterima kasih," kata Sjachroedin.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu bahkan mengapresiasi langkah Ridho kembali melanjutkan rencana membagi tanah di Kota Baru kepada sejumlah lembaga yang pernah dia rencanakan. "Pada 17 Agustus nanti, Pak Ridho akan membagikan tanah di Kota Baru untuk Universitas Lampung dan dilanjutkan untuk Polda Lampung dan Universitas Islam Negeri Lampung," kata Sjachroedin yang menjabat dua periode sebagai gubernur Lampung itu.

Pada kesempatan tersebut Ridho mengungkapkan, di awal menjabat Gubernur Lampung ada Instruksi Presiden yang memoratorium seluruh pembangunan kantor pemerintahan. Instruksi itu, kata Ridho, disikapi Pemprov Lampung untuk merapikan administrasi Kota Baru. 

"Tertib administrasi Kota Baru sudah beres. Saat moratorium itu Pemprov tetap membangun rumah sakit, karena kebutuhan masyarakat. Kita akan segera membagi tanah Kota Baru ke berbagai lembaga setelah sertifikat selesai," kata Ridho. 

Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan. Ridho yang mengetahui rencana kunjungan itu berinisiatif menjemput Sjachroedin ke kediaman di Jalan Kacapiring, Pahoman, dengan menyetir sendiri mobilnya. Bersama Sjachroedin tampak mantan Kadiskoperindag Suryono, putranya Rycko Menoza, dan sejumlah staf KBRI Kroasia. 


Selain makan malam, Gubernur Ridho mengajak Sjachroedin berkeliling ke seluruh komplek Mahan Agung. Beberapa kali Sjachroedin memuji Ridho yang menata Mahan Agung menjadi komplek perkantoran dan wisma yang representatif menyambut tamu penting. "Banyak ruang rapat dan ruang kerja yang pas untuk ruang kerja menteri bahkan presiden. Banyak ruang kerja menteri tak sebagus ini," kata Sjachroedin.(rilis)

Monday, 22 May 2017

Chaniva dan M.Zulian Muzaribi Terpilih Sebagai Muli dan Mekhanai Lampung Selatan 2017

Chaniva dan M.Zulian Muzaribi Terpilih Sebagai Muli dan Mekhanai Lampung Selatan 2017


Lampung Selatan : Malam puncak Festival Rajabasa V Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017 sekaligus grand final pemilihan muli mekhanai berlangsung meriah. Ribuan pasang mata (Masyarakat,red) memadati lokasi penyelenggaraan acara tersebut yang dilangsungkan di tempat Wisata Kuliner PPI Bom Kalianda, Jum'at malam (19/05/2017).
Agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang diprakarsai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melibatkan berbagai penggiat kesenian dan kebudayaan tersebut dibuka secara resmi Bupati Zainudin Hasan. Dampak dari kegiatan tersebut juga, dari sektor ekonomi menguntungkan masyarakat pelaku usaha kecil menengah (UKM), begitu juga dengan potensi wisata yang berada di Lampung Selatan.
“Dengan mengucapkan Bismillah, secara resmi acara ini saya buka. Saya harapkan, acara ini dapat digelar lebih baik lagi dari tahun ketahunnya,” ungkap Zainudin Hasan saat memberi sambutan dengan sambutan aplause penonton.
"Gelaran festival ini berdampak positif bagi masyarakat Lampung Selatan," tambahnya.
Dilain sisi, malam grand final pemilihan muli mekhanai Lampung Selatan tahun 2017, atas nama Chaniva dari perwakilan Sani Decoration dan M.Zulian Muzaribi dari perwakilan Kecamatan Bakauheni, didapuk sebagai Muli dan Mekhanai Lampung Selatan 2017. 
Kedua muli mekhanai tersebut berhasil meraih juara I setelah menyingkirkan pesaingnya yakni kategori Mekhanai Divson Zulfansyah, Reza Fernando, sedangkan kategori Muli yakni Risma Putri dan Oktavia Karlina. 
Sementara runer up muli dan mekhanai jatuh pada Risma Putri Mauli dari Kecamatan Rajabasa dan Divson Zulfansyah dari perwakilan Kecamatan Way Sulan, sedangkan juara ketiga disematkan kepada Oktavia Karlina dari perwakilan Kecamatan Penengahan dan Reza Fernando yang juga dari perwakilan Penengahan.
Berikut Daftar Pemenang Muli-Mekhanai 2017
Juara I : Chaniva (Sani Decoration) dan M.Zulian Muzaribi (Kecamatan Bakauheni). Juara II : Risma Putri Mauli (Kecamatan Rajabasa) dan Divson Zulfansyah (Kecamatan Waysulan). Juara III : Oktavia Karlina dan Reza Fernando, (Kecamatan Penengahan). Juara Harapan I Muli : Yanti Rukmana Sari (Kecamatan Katibung).
Juara Haparan II Muli Mekhanai Okta Bitian Indah dan Izat Fahmi (Dinas Lingkungan Hidup). Juara Harapan III Muli Mekhanai. Kintan Mutiara Sami (Kecamatan Merbau Mataram) dan Rahman Habibi (Kecamatan Candipuro). 
Kategori Muli-Mekhanai Persahabatan : Ayu Dwi Lestari (Dinas PP dan PA) dan Adurahman Saleh (Kecamatan Palas).
Kategori Muli-Mekhanai Intelegencia : Ananda Sifa Dela Rizki (Dinas PP dan PA) dan Jarendra Nisma (Kecamatan Kalianda).
Kategori Muli-Mekhanai Berbakat : Okta Bitian Indah (Dinas Lingkungan Hidup) dan Andika Pratama (Kecamatan Ketapang).
Kategori Muli-Mekhanai Fotogenic : Widia Molika (Kecamatan Waysulan) dan Orlando Farzola (Kecamatan Waypanji).
Kategori Muli-Mekhanai Favorit : Elin Meliani (Kecamatan Tanjungsari) dan Ferdi Arjuno (Dinas Perumahan dan Pemukiman)
Dewan Juri Pemilihan Muli-Mekhanai ; Laila Husna (Designer); Khoirudin Winangun (Ikatan Muli-Mekhanai Lampung)
Haifa Ghaida (Miss Indonesia, Lampung 2017); Yundi Nayadilaga (Grand Elty) Roslina (Juri Kehormatan / Wakil Ketua DPRD Lamsel).
Secara keseluruhan, Festival Rajabasa yang digelar selama 10 hari, dari 9 hingga 19 Mei itu berlangsung sukses dan semarak. Diawali dengan pawai budaya, lomba perahu jukung, perahu hias, lomba lagu musik kreatif, sepeda santai dan acara pamungkas pemilihan muli-mekhanai.(firi)

Tuesday, 9 May 2017

Dua Pekerja Proyek JTTS Tertimbun Longsor, Satu Meninggal Dunia

Dua Pekerja Proyek JTTS Tertimbun Longsor, Satu Meninggal Dunia


Lampung Selatan : Aprizal Bin Sawal (30) seorang pekerja Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni - Terbanggi Besar tewas tertimbun tanah longsor tepatnya di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Senin (08/05/2017).

Menurut keterangan rekan kerja korban, Suyanto Ali Wijaya (35) menuturkan, kejadian diperkirakan sekitar pukul 14.00 WIB, dimana ketika tanah sedang digali oleh alat berat (eksapator_red) untuk membuat tiang pancang dan alat tersebut mundur.

Lalu kata dia, koban dan dirinya turun kebawah galian untuk mengukur tanah tiang A ketiang B, setelah diukur tiang A dan diberi tanda, kemudian  korban menuju ketiang B dari sebelah kanan dan saudara dia dari sebelah kiri, dengan memperingatkan korban agar berhati hati.

"Namun belum selesai saya berkata, tiba tiba  terdengar suara tanah longsor yang langsung menimbun tubuh korban sebatas dada," ungkap Yanto.

Selanjutnya, kata dia, setelah terdengar tanah longsong ditiang B dan terdapat rekan kami (korban_red) tertimbun dirinya bersama rekannya berusaha menggali untuk menolong korban menggunakan tangan dan alat seadanya dan berhasil dikeluarkan dari timbunan tanah tersebut.

"Sekitar 10 menit tubuh korban dapat di keluarkan dari timbunan tanah dan langsung di larikan ke Puskes Rawat Inap (PRI) Sidomulyo menggunakan mobil  proyek milik Waskita. Saat berada di mobil saya merasakan masih ada detak jantung dan reflek saya membisikan untuk istigfar," jelasnya.

Namun kata dia, setelah sampai dan tiba di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, akibat kehabisan oksigen tertimbun tanah, korab tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

"Setiba di Puskesmas langsung di tangani oleh petugas jaga, namun setelah itu petugas medis memberi tahu bahwa korban sudah meninggal dunia," terangan Yanto yang mengaku sebagai pekerja Tim Survey jalan Tol bersama korban.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Kapolsek Sidomulyo, AKP Busriyanto membenarkan jika salah seorang pekerja Tim Survey diproyek JTTS meninggal dunia, namun kata dia meninggalnya korban murni akibat kecekakaan kerja dan tidak ada unsur lainya.

"Benar ada korban meninggal, tapi itu murni kecelakaan kerja," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek Jalan Tol Trans Sumatera tepatnya didaerah Kecamatan Sidomulyo dimana tempat korban bekerja.‎ (fitri)

Wednesday, 8 February 2017

Laporan Klien Jadi Alasan Dua Pengacara Lampung Terkena Sanksi

Laporan Klien Jadi Alasan Dua Pengacara Lampung Terkena Sanksi

 
Ketua DPN Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan (ist)
Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mengajukan pemberian sanksi pemberhentian sementara selama 12 bulan untuk Advokat kondang di Kota Tapis Berseri, Dedy Mawardy dan Osep Dody ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia pada 17 Januari lalu dengan alasan sebagai bentuk eksekusi dari Dewan Kehormatan.

Pasalnya, Dedy Mawardy yang juga merupakan salah satu Komisaris PTPN XI dan Osep Dody diduga telah melanggar kode etik dalam menjalankan tugas sebagai advokat.

“Kalau kode etik yang terintegrasi dengan jabatan sebagai advokat itu dilanggar. Maka dia (Dedy Mawardy dan Osep Dody ) dapat diartikan telah melanggar keahliannya sebagai advokat professional yang ditentukan oleh Dewan Kehormatan,” Kata Ketua DPN Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan, Rabu, (8/2)

Mekanisme pemberian sanksi ini, sambung dia, setelah adanya pengaduan dari klien saat menjalankan tugas sebagai advokat dan tergolong sebagai pelanggaran kode etik. Kemudian, advokat itu akan disidangkan ke Dewan Kehormatan untuk menunggu vonis sanksi yang akan diterima, baik secara lisan, pemberhentian secara berkala bahkan sampai pemecatan.

“Semua keputusan yang disampaikan ke MA itu sebuah eksekusi melalui sebuah keputusan yang dibuat oleh dewan kehormatan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh advokat. Kemudian, eksekusi berkas ini akan diberikan ke Mahkamah Agung dan semua unsur penegak hukum,” tegasnya.

Jika Dedy Mawardy dan Osep Dody tidak mengindahkan sanksi tersebut, maka sebagai advokat professional, semestinya mereka dapat memperdulikan hukuman yang diterimanya.

“Jika tidak memperdulikan sanksi itu, maka mereka tidak akan masuk hitungan sebagai advokat professional,” Pungkasnya.

Sementara itu, salah satu advokat yang terkena sanksi pemberhentian sementara selama 12 bulan, Osep Dody mengaku belum bisa berkomentar menanggapi kabar pemberian sanksi sebagai advokat sementara selama 12 bulan.

"Saya belum dapat salinan berkas putusan. Sehingga belum mengetahui kebenaran dari kabar tersebut," singkatnya. (AR)


Sunday, 3 January 2016

Pencarian Korban Longsor Gunung Kelir Berlanjut

Pencarian Korban Longsor Gunung Kelir Berlanjut


Ambarawa : Pencarian korban tanah longsor di Gunung Kelir,  Dusun Kendal Ngisor, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (3/1/2016) kembali dilanjutkan. 

Regu penyelamat sempat menunda pencarian, lantaran cuaca yang tidak memungkinkan dan medan yang berat. 

"Cuaca dan medan tidak memungkinkan, dan di khawatirkan longsor susulan. Pagi ini kita lanjutkan pencarian," kata Bondan Maruto Hening, anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, yang ikut bergabung dalam regu penyelamat, saat dihubungi, Minggu (3/1/2016) pagi. 

Sekitar 50 orang bergabung dalam operasi tersebut yang terdiri dari Sar Bumi Serasi (Buser), BPBD, TNI, Polisi, Rapi, dan organisasi relawan lainnya bergerak dari rumah kepala dusun Kendal Ngisor. 

Mereka akan mencari satu orang warga bernama Marsono (78) yang diduga tertimbun material longsor. 

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Arief Budianto mengatakan, pihaknya sebenarnya belum bisa memastikan apakah ada korban yang betul-betul tertimbun longsoran Gunung Kelir atau tidak. 

Diketahuinya identitas warga diduga korban longsor tersebut berdasarkan laporan warga yang melihat sejumlah petunjuk yang mengarah pada korban. 

"Keluar nama korban itu dari laporan warga yang melihat rumput dan topi yang bersangkutan ada disekitar lokasi longsor," ujarnya.
(n)


Thursday, 31 December 2015

Dua Bocah Hanyut di Pantai Banding Resort

Dua Bocah Hanyut di Pantai Banding Resort

Lampung Selatan : Dua orang bocah yang diketahui warga Dusun Taman Saka, Desa Padan, Kecamatan Penengahan, tenggelam di lokasi rekreasi Pantai Banding Resort, Desa Banding Kecamatan Rajabasa.
Beruntung, salah korban berhasil diselamatkan warga setempat, setelah hanyut sekitar 30 menit, tak seberapa jauh dari bibir pantai.

Camat Rajabasa Sabilal saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, korban yang berhasil diselamatkan warga yakni, Ilham bin Bustami (12). Kondisi korban sudah dalam keadaan sehat dan telah mendapatkan pertolongan/perawatan pertama di Puskesmas Waymuli.

Sementara, salah satu korban lainnya yang diketahui bernama Riski bin Parno (8) hingga saat ini belum diketemukan dan masih dalam proses pencarian oleh warga setempat dibantu oleh tim SAR, Polsek Kalianda dan perangkat Kecamatan Rajabasa.

“Satu sudah selamat dan sudah mendapatkan perawatan medis, satunya masih dalam tahap pencarian,” ujar Sabilal.

Dia menambahkan, kedua bocah malang itu diperkirakan tenggalam sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (31/12) pagi. Sedangkan korban yang berhasil ditemukan dan selamat sekitar pukul 7.30 WIB.

“Belum ada laporan kongkrit penyebab kedua bocah ini tenggelam, apakah karena berenang atau hanya bermain dibibir pantai lalu ditarik arus dan tenggelam,” lanjut dia.

Terpisah, Kapolsek Kalianda, AKP Heti Patmawati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim SAR, Pol-Airut dan nelayan setempat untuk berupaya mencari tubuh bocah malang yang tenggelam pagi ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari korban ternggelam itu, mudah-mudah dapat ditemukan dengan selamat,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Heti mengaku, sebelumnya pihak kepolisian telah menghimbau untuk pelarangan warga dan wisatawan mandi di laut, karena kondisi air laut yang berarus deras.

“Kemarin sudah kita himbau, kalau mau mandi yah di kamar mandi saja, jangan berenang. Karena arus air laut sedang desar dan ombak lagi besar,” kata Heti.

Hingga berita ini ditayangkan, warga dibantu oleh pihak kepolisian masih melakukan pencarian korban bocah malang yang tengelam di sekitaran pantai tersebut.(r)