BANDAR
LAMPUNG--Mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan Gubernur Lampung
Muhammad Ridho Ficardo berkomitmen melanjutkan pembangunan Kota Baru Lampung,
di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut Sjachroedin
penghentian pembangunan Kota Baru untuk membereskan administrasi
"Pak
Ridho tidak memberhentikan, tapi ada permasalahan administrasi. Zaman saya kan
suratnya ngak ada. Cuma, saya kan gaya koboi, namun Pak Ridho tidak mau gaya
koboi kayak saya. Namun sekarang semua syarat administrasi beres. Setelah
masalah administrasi keluar, barulah Kota Baru diproses lagi," kata
Sjachroedin usai bersilaturahmi dengan Ridho Ficardo, di Mahan Agung, Bandar
Lampung, Jumat (4/8/2017).
Salah
satu bukti pembangunan Kota Baru berlanjut yakni pembangunan Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Bandar Negara Husada dan perbaikan jalan. Area Kota Baru Lampung
merupakan kawasan hutan lindung Register 45 yang pelepasan haknya menunggu
keputusan Menteri Kehutanan.
Selama
lima tahun, di era Menteri Kehutanan Zulkifili Hasan, surat pelepasan Register
45 tidak terbit. Namun di era Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, surat tersebut
terbit sehingga menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Lampung melanjutkan
kembali pembangunan Kota Baru. Apalagi, kata Sjachroedin, pembangunan Kota Baru
memiliki payung hukum Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2013
tentang Pembangunan Kota Baru.
Sjachroedin
yang kini menjabat Duta Besar RI untuk Kroasia mengakui, gaya kepemimpinan
Ridho berbanding terbalik dengannya. "Pak Ridho ini sangat prosedural,
sedangkan saya sering nabrak kalau untuk kepentingan rakyat. Beliau tidak
memberhentikannya, tapi hanya ditunda sementara. Saya berterima kasih,"
kata Sjachroedin.
Mantan
Kapolda Jawa Barat itu bahkan mengapresiasi langkah Ridho kembali melanjutkan
rencana membagi tanah di Kota Baru kepada sejumlah lembaga yang pernah dia
rencanakan. "Pada 17 Agustus nanti, Pak Ridho akan membagikan tanah di
Kota Baru untuk Universitas Lampung dan dilanjutkan untuk Polda Lampung dan
Universitas Islam Negeri Lampung," kata Sjachroedin yang menjabat dua
periode sebagai gubernur Lampung itu.
Pada
kesempatan tersebut Ridho mengungkapkan, di awal menjabat Gubernur Lampung ada
Instruksi Presiden yang memoratorium seluruh pembangunan kantor pemerintahan.
Instruksi itu, kata Ridho, disikapi Pemprov Lampung untuk merapikan
administrasi Kota Baru.
"Tertib
administrasi Kota Baru sudah beres. Saat moratorium itu Pemprov tetap membangun
rumah sakit, karena kebutuhan masyarakat. Kita akan segera membagi tanah Kota
Baru ke berbagai lembaga setelah sertifikat selesai," kata Ridho.
Pertemuan
berlangsung secara kekeluargaan. Ridho yang mengetahui rencana kunjungan itu
berinisiatif menjemput Sjachroedin ke kediaman di Jalan Kacapiring, Pahoman,
dengan menyetir sendiri mobilnya. Bersama Sjachroedin tampak mantan
Kadiskoperindag Suryono, putranya Rycko Menoza, dan sejumlah staf KBRI
Kroasia.
Selain
makan malam, Gubernur Ridho mengajak Sjachroedin berkeliling ke seluruh komplek
Mahan Agung. Beberapa kali Sjachroedin memuji Ridho yang menata Mahan Agung
menjadi komplek perkantoran dan wisma yang representatif menyambut tamu
penting. "Banyak ruang rapat dan ruang kerja yang pas untuk ruang kerja
menteri bahkan presiden. Banyak ruang kerja menteri tak sebagus ini," kata
Sjachroedin.(rilis)


0 komentar: