TANGGAMUS (JL) : Terhalang tanah longsor, pohon tumbang, serta kondisi jalan licin, Bupati Tanggamus dan rombongan tunda meninjau lokasi banjir Bandang, kecamatan Kelumbayan Pekon Umbar kamis, Jum'at (09/11/18).
Usai melaksanakan pembagian bantuan keagamaan dan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cukuh Balak. Bupati Tanggamus Dewi Handajani bergegas untuk meninjau, adanya info banjir bandang di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan yang memakan korban jiwa 1 orang.
Menghanyutkan 22 rumah, merusak 144 rumah dan merendam sekitar 300 rumah, Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan.
Namun ditengah perjalanan Bupati didampingi Camat Cukuh Balak dan rombongan Protokol, Patwal dan Humas terhenti, akibat terhalang oleh tanah longsor di tengah jalan, Perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat.
Dewi sempat bersikeras tetap jalan ke Pekon Umbar, namun Tagana Cukuh Balak menyarankan agar tidak memaksakan perjalanan. Hal itu dikarenakan berdasarkan informasi warga, jalur tersebut tidak hanya longsor tetapi terdapat beberapa pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan Kecamatan Kelumbayan Barat dan Kelumbayan.
"Kalo jalan make motor bisa gak" tanya Bupati pada Kasubbag Protokol Ridho. Namun setelah dikonfirmasi kepada warga dan Tagana jawabnya tidak bisa.
Bahkan sempat menanyakan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kembali Tagana dan warga mengatakan tidak bisa, karena selain faktor jarak, mereka khawatir juga dengan faktor keselamatan. Akhirnya diputuskan ditunda.
Atas kejadian tersebut Bupati Tanggamus mengucapkan turut berbela sungkawa kepada para korban, khususnya keluarga almarhumah yang meninggal akibat hanyut terbawa arus banjir. " Saya turut prihatin dan berduka atas bencana ini. Terlebih kepada keluarga almarhumah Biacik (60th). Mudah-mudahan para korban tetap kuat, tabah dan ikhlas," ujarnya.
Tak lupa mengimbau kepada warga di wilayah rawan banjir senantiasa waspada terhadap resiko banjir yang terjadi di musim penghujan ini. Hal ini dikarenakan memang wilayah Kabupaten Tanggamus merupakan wilayah rawan terjadinya bencana banjir dan longsor di musim penghujan.
Sementara Kepala BPBD Tanggamus Romasyadi menerangkan, hingga Kamis sore, satu dusun dan sejumlah pedukuhan masih terisolasi. Satu jembatan gantung putus, jalan tertutup longsor, listrik padam, sejumlah sepeda motor hanyut.
"BPBD Tanggamus dan Pekon Umbar mendirikan Posko disana, untuk mendistribusikan makanan siap saji, tikar, dan tenda, menampung warga yang kehilangan rumah," terang Romas.(rls/Jeni)
Friday, 9 November 2018
Author: jangkhar nusantara
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.


0 komentar: