LAMPUNG BARAT (JL)--- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin menyerahkan bantuan pupuk terkait kegiatan intensifikasi tanaman kopi tahun 2018, di Kecamatan Air Hitam dan Pagar Dewa, Senin (09/07).
Selain Bupati, turut hadir Ketua DPRD Lambar Edi Novial S.Kom, Beberapa Kepala OPD Lambar, Camat Pagar Dewa dan Air Hitam serta USPIKA.
Dalam sambutannya Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah dengan topografi yang berbukit dan dataran tinggi serta tanah yang subur jadi sangat ideal sebagai daerah perkebunan. Hal ini dipertegas dengan surat keputusan menteri pertanian nomor 46/kpts/pd.3001/1/2015 tanggal 16 januari 2016 yang menetapkan Lambar sebagai kawasan perkebunan nasional.
Kopi sebagai komoditas perkebunan, sudah cukup terkenal di seluruh dunia dan merupakan primadona ekspor Indonesia ke manca negara. Kopi robusta sebagai salah satu komoditas utama yang dibudidayakan masyarakat lampung barat saat ini memiliki harga yang cukup baik sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah untuk lebih dioptimalkan. Tidak sedikit program-program akan terus diupayakan pemerintah agar mampu mengangkat harkat kehidupan masyarkat sehingga diharapkan kesejahteraan masyarakat terwujud.
Kopi robusta yang paling banyak dibudidayakan oleh petani lampung barat dapat tumbuh di dataran rendah, namun lokasi paling baik untuk membudidayakan tanaman ini pada ketinggian 400-800 meter dpl. Suhu optimal pertumbuhan kopi robusta berkisar 24-300c dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun. Kopi robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis yang basah, dengan budidaya intensif akan mulai berbuah pada umur 2,5 tahun.
“Sama-sama kita katahui bahwa petani dalam melaksanakan usaha budidaya tanaman kopi tidak terlepas dari berbagai kendala di setiap tahunnya. Kendala yang dihadapi tersebut jika tidak ditanggulangi dengan baik dan benar maka akan berdampak pada penurunan produksi dan produktivitas tanaman kopi yang diusahakan mereka. Penurunan produksi dan produktivitas tersebut lebih lanjut akan menyebabkan kerugian berupa kehilangan penghasil yang berdampak pada taraf kesejahteraan mereka”, Ujar Parosil.
Lebih lanjut, pemerintah melalui anggaran yang ada di daerah maupun di pusat pada tahun 2018 ini akan memberikan bantuan hibah murni kepada petani/kelompok tani yang membudidayakan tanaman kopi diantaranya berupa program peremajaan, optimalisasi lahan, diversifikasi, serta intensifikasi tanaman kopi yaitu bantuan alat dan mesin, bibit kopi, pupuk, obat-obatan serta pembinaan dan pendampingan tentunya.
Kegiatan intensifikasi tanaman kopi ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan produktivitas kopi dengan sasaran petani kopi yang kurang mampu, dengan harapan produktivitas kopi masyarakat yang mendapatkan program ini akan meningkat sehingga berdampak pada peningkatan pendapatannya. Meski pada tahun ini masih terbatas, bantuan stimulan berupa pupuk npk non sub-sidi masing-masing penerima manfaat akan menerima 100 kg, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pembinaan dan pendampingan yang dilakukan dapat merubah kebiasaan masyarakat selaku petani untuk dapat melaksanakan budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan kopi yang baik dan benar (good agriculture practicces/gap).
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Lambar Try Umaryani, S.P, M.Si., menyampaikan, sasarannya adalah untuk meningkatkan hasil produksi kopi khususnya bagi masyarakat petani yang kurang mampu di karenakan dengan adanya program instensifikasi tanaman kopi produkstifitas kebun masyarakat petani kopi akan meningkat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat petani kopi.
Untuk diketahui, bantuan ini diberikan dalam bentuk pupuk NPK non subsidi sejumlah 100 Kg per KK yang kurang mampu. Total jumlahnya adalah 650 KK yang terdiri dari 325 KK Kecamatan Air Hitam dan Pagardewa serta juga pembinaan (pendamping) bagi petani kopi.
Proses seleksi penerima dilaksanakan sejak Februari hingga Mei tahun ini dan dilakukan melalui proses pengusulan dari masing- masing pekon melalui kecamatan lalu selanjutnya diteruskan ke Kabupaten Lambar melalui dinas Perkebunan dan Perternakan.
“Data yang telah di usulkan dilaksnakan verifikasi terhadap yang bersangkutan dan di cocokkan dengan data kemiskinan untuk menentukan data final pemerima bantuan. Penetapan penerima bantuan selanjutnya akan ditetapkan sebagai dasar untuk penetapan penerima bantuan yang akan diberikan setelah musim kopi atau panen kopi yang diperkirakan pada bulan juli ini. "Ditengah situasi cuaca yang tidak menentu dan harga yang bergerak turun, tentunya bantuan itu diharap mampu meningkatkan hasil petani kopi", pungkasnya
(Fb)


0 komentar: