BANDAR
LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong koperasi dari Lembaga
Keuangan Muhamamdiyah untuk membangun jejaring antar koperasi atau dengan badan
usaha lainnya untuk menciptakan produk unggulan daerah. Hal tersebut diungkapkan
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto pada acara Konsolidasi Nasional
2018 Lembaga Keuangan Muhammadiyah
di Hotel Emersia
Bandar Lampung, Senin (7/5/2018).
Menurut Hery, Pemprov
terus menyelenggarakan berbagai program-program pengembangan usaha koperasi
dalam bidang produksi, pemasaran, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,
Teknologi dan Pengembangan Permodalan Koperasi.
"Koperasi,termasuk
dari Lembaga Keuangan Muhammadiyah harus memperkuat konsolidasi internal
organisasinya dengan meningkatkan partisipasi seluruh anggotanya serta
membangun jejaring antar koperasi atau koperasi dengan badan usaha lainnya
terutama yang berkaitan dengan menciptakan produk unggulan daerah, pemasaran
baik untuk dipasar lokal, nasional maupun pasar global," ujarnya.
Hery mengatakan
perkembangan lembaga keuangan mikro Muhammadiyah, selama ini telah mengambil
peran yang vital dalam menjawab kesenjangan dan ketidak adilan umat.
"Upaya tersebut dilakukan dengan cara memberikan pemberdayaan terbentuknya
pelaku usaha mikro, kecil, data perkembangan jumlah anggota Puskopyah Baitut
Tanwil Muhammadiyah (BTM) Lampung dimana telah tercatat sebanyak 31
Koperasi," katanya.
Hery berharap koperasi
BTM khususnya di Provinsi Lampung mampu membangun kemandirian dan profesional
serta tetap berupaya agar koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
"Saya berharap
kegiatan ini kedepan dapat dijadikan forum konsolidasi antar BMT di seluruh
Indonesia dengan sinergitas dapat tercipta dengan baik dan terus digalang dan
ditingkatkan. Dengan demikian koperasi dapat menciptakan lapangan kerja,
mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat
seluruh Indonesia," ujarnya.
BTM sendiri adalah
sebuah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) disektor keuangan mikro berbasis koperasi
syariah. Telah hadir BTM di empat Provinsi di Indonesia yakni Jawa Tengah, Jawa
Timur, Banten dan Lampung. Hadirnya BTM, merupakan strategi Muhammadiyah secara
ekonomi, dalam menghambat capital outflow di daerah, karena BTM didirikan di
tiap-tiap kantong-kantong ekonomi Muhammadiyah didaerah.
Sementara itu, Ketua
Induk BTM Achmad Suud mengatakan secara nasional ada sebanyak 117 BTM tersebar
di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Kota.
"Berbagai
kemudahan BTM yang kita berikan kepada masyarakat didalam pelayanan BTM adalah
yang pertama dari sisi kelembagaan. Semua jaringan BTM biayanya akan dikelola
oleh masyarakat setempat sehingga mereka tahu kebutuhan riil dari masyarakat
yang dilayani," katanya.
Selain itu, sambung
Achmad, BTM juga membangun aliansi dan jaringan dengan sumber-sumber potensial
sehingga BTM bisa menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat secara murah.
"Kita tidak
memberlakukan adanya jaminan, sehingga dengan cara itu saya yakin karena yang
kita layani adalah masyarakat bawah yang belum cukup familier dalam menghimbau
keuangan. Kami menjadikan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah dimana selain
kami memberikan pelayanan kepada anggota, juga kepada institusi
Muhammadiyah," ujarnya.
Untuk kondisi BTM di
Provinsi Lampung, Achmad menyatakan dalam keadaan dan pelayanan yang terbilang
cukup bagus. "Pelayanan BTM di Lampung terbilang aplikatif," katanya.
Di tempat yang sama,
Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Meliadi Sembiring
mengatakan Pemerintah harus bersinergi dengan BTM sebagai pemicu pergerakan
perekonomian Indonesia.
"BTM bergerak di
bidang perkonomian. Ekonomi kita cocok dengan koperasi, dan BTM itu adalah
koperasi, semua itu tentu bisa dilakukan untuk menyerap tenaga kerja,
mengurangi kemiskinan. Karena ekonomi masyarakat bisa diperbaiki melalui
koperasi," ujarnya.
Meliadi menyebutkan
Kementerian Koperasi dan UKM pada saat ini telah melakukan program yang disebut
dengan Reformasi Total Koperasi. Ada tiga langkah reformasi tersebut yakni
rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan.
"Pada
rehabilitas, kita sekarang membenahi database koperasi, dari yang bertambah
hingga yang sudah tidak aktif lagi. Begitu juga reorientasi yakni koperasi
harus mengutamakan kualitas daripada kuantitas," katanya.
Pada acara tersebut,
turut dilaksanakan pula pembukaan Rapat Anggota Tahunan ke- VIII Induk Koperasi
Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BTM.(Humas Prov)


0 komentar: