Labuhan Maringgai : Pembangunan drainase di Desa Karya Tani Labuhan Maringgai diduga tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB). Hal ini diketahui setelah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan investigasi ke desa tersebut.
Dalam temuannya di lapangan, setidaknya ditemukan kejanggalan dari susunan batu yang hanya satu baris, bukan dua baris. Begitu pula dinding ditimbun dengan tanah tanpa adukan semen.
Temuan kejanggakan ini bahkan bak gayung bersambut dimana beberapa masyarakat membenarkan adanya ketidakberesan pembangunan drainase itu.
Sikap tegas justru ditunjukkan oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa setempat juga mendukung oekerjaan drainase itu harus di bongkar.
Bahkan, para pekerja pembangunan drainase itu mengeluhkan upah yang mereka terima.
" kami ini hanya di gaji dalam permeternya kanan dan kiri kami hanya di gaji 35.000 rupiah," ujar sejumlah tukang dan kernet yang mengerjakan pembangunan drainase itu kepada sejumlah awak media belum lama ini.
Saat dikonfirmasi, Kades setempat Edi Siswanto mengaku baru mengetahui hasil pekerjaan drainase tersebut.
" saya baru tau bahwa pembangunan ini begini,mereka yang membuat. saya mohon maaf mas dan saya minta bantuan sama sampean saya kasi sampean uang 1.500,000. Tolong jangan diperpanjang permasalahan ini,saya ini habis oprasi mas," ujar kades itu sambil berdiri membuka celana memeperlihatkan alat pitalnya dan menunjukan hasil operasi penyakitnya.
Sementara Camat Labuhan Maringgai, Ismail mengatakan kepala desa tersebut mau memberikan uang sebesar 1.500.000 , namun Ismail justru menampik dan tidak pernah menganjurkan kades memberikan uang kepada media.
"kalau masalah uang jangan di depan saya, itu urusan pak kades. lagian dari media tidak mengatakan soal uang, " kata Ismail.
Wakil Ketua LSM BARAK, Hadori yang ikut ke lokasi mengatakan, kualitas pembangunan drainase tersebut sangat buruk.
Menurut Hadori, kemungkinan bisa dalam hitungan minggu kekuatan bangunan tersebut, tidak mungkin sampai bertahan selama bertahun tahun.
Hadori meminta agar pihak Inspektorat mauoun satker yang membidangi nya di Kabupaten Lamtim agar turun ke desa ini untuk memberikan arahan.
" Pekerjaan drainase ini diduga tidak sesuai dan harus bongkar dan diperbaiki sebelum kita laporkan kepihak yang berwajib," tegasnya. .(dra)



0 komentar: