BANDARLAMPUNG : Repi S (24) warga Rawajitu diduga tidak
mendapatkan pelayanan dengan baik di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek.
Repi
merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Natar Medika yang masuk Abdoel
Moeloek pada Sabtu (24/6/2017) lalu.
"anak
saya rujukan dari natar medika, masuk Abdoel Moeloek malem takbir," terang
Mujiono saat di konfirmasi lewat tlp. Kamis (13/7).
Ditambahkannya, jika putri nya sejarusnya dijadwalkan oprasi
pada hari Kamis (6/7), namun di urungkan karena kondisi Repi menurun.
"karena anak saya demam tinggi jadi di tunda,
kata dokternya esok hari tapi sampai saat ini nggak ada tindakan, "
tambahnya.
Masih ujar Mujiono, anaknya merupakan pasien BPJS.
Namun sebelum oprasi di laksanakan pihak Abdoel Moeloek meminta nya untuk
membeli alat sendiri.
"jadi istri saya sudah menyanggupi beli alat
itu senilai Rp. 1.500.000 , tapi setelah kami sanggupin kaya gini sampai hari
ini nggak jadi oprasi, padahal kami pasien BPJS," ujarnya.
Namun bukannya mendapat kepastian oprasi putrinya,
Muji malah mendapatkan informasi dari dokter bahwa putrinya harus di rujuk ke
rumah sakir Urib Sumoharjo.
"Hari ini saya di beritahu kalo anak saya mau
di rujuk ke rumah sakit Urib Sumoharjo, tapi di sana juga nggak ada alatnya.
Jadi mau ngapain di rujuk kesana??," tambahnya.
Merasa tak di beri kepastian, Mujiono meminta kepada
dokter untuk pulang terlebih dahulu sembari menunggu alat tersedia.
" saya minta pulang aja sambil nunggu alat itu
ada, malah saya disuruh bayar sendiri biaya rumah sakit. Padahal saya pulangkan
karena nggak jelas, dan saya pasien BPJS, Kalo saya pulang dulu gimna??, "
sesalnya.
Menjawab hal tersebut Direktur Utama Rumah Sakit
Umum Daerah Abdoel Moeloek Heri Djoko Subandrio mengatakan, dirinya belum
mengetahui hal tersebut dan besok akan di cek dulu.
" saya belum bisa kasi komentar mbak, besok
saya cek dulu ya, karena ini sudah sore, makasih ya mbak informasinya besok
saya cek, " katanya saat di hubungi Via tlp. (KR)


0 komentar: