Lampung Selatan :
Pembangunan gorong-gorong penghubung jalan raya Kecamatan Sidomulyo disoal
warga setempat. Pasalnya, bangunan yang sudah selesai dibangun namun hitungan
hari sudah rusak kembali. Mirisnya, hal itu sudah terjadi dua kali.
Seperti dikatakan
salah satu warga Kecamatan Sidomulyo Sari Yanti, pembangunan gorong-gorong yang
berada di Desa Sidoharjo, Sidomulyo, dikerjakan CV. Dini Ayu Mandiri (DAM),
sudah Dua kali diperbaiki akibat ambrol sebagian. Dampaknya, ujar Sari Yanti,
sangat membahayakan pengendara yang sering lalau lalang di jalan raya Kecamatan
Sidomulyo.
"Lebih baik
dihentikan saja pembangunannya. Apalagi ambrolnya sebagian badan gorong-gorong
untuk kedua kalinya. Sudah tentu mas, hal ini sangat membahayakan pagi pengguna
jalan saat melintas," ketus Sari Yanti, Jum'at (28/07/2017).
Sari Yanti
menjelaskan, gorong-gorong pertama kali ambrol sudah diperbaiki dengan cara
ditambal sulam beberapa bulan lalu. Sekarang ini, kata dia, ambrol kembali
diduga perbaikan yang pertama hanya asal jadi sekedar melaksanakan kewajiban
pihak kontraktor.
"Ambrol pertama
sudah diperbaiki ditambal sulam. Sekarang ini ambrol kembali. Itupun diperbaiki
setelah Dua bulan gorong-gorong itu ambrol. Yang kedua ini, tepatnya hari Kamis
kemarin (27/07/2017) anak buah kontraktor datang memperbaiki, itu pun hanya
sekedar menggugurkan kewajiban saja,” ujar Inces panggilan akrab Sari Yanti.
“Saya nilai juga, jika
perbaikan sekedar tambal sulam. Jangan kan mobil truck atau Fuso, mobil L300
yang bermutan pasir kalau lewat pasti jebol kembali," tambahnya.
Lebih jauh Sari Yanti
mengatakan, sebelum adanya pembongkaran oleh pihak CV. DAM, kualitas bangunan
gorong-gorong yang lama sangat baik kualitasnya meski dilalui mobil jenis fuso
dan truck, gorong-gorong lama tidak ambrol.
“Saya asli orang sini
lho bang (Sidomulyo, red), jadi tau persis kualitas bangunan gorong-gorong yang
lama sangat bagus. Kalaupun, perbaikan tambal sulam asal jadi oleh pihak
kontraktor saya juga sanggup menanggung biayanya. Saya tidak bermaksud apa,
kami ingin pihak kontraktornya agar sadar diri tidak membangun bangunan asal
jadi," sindir Sari Yanti.
Sementara Ketua Karang
Taruna Sidomulyo, Roziqin Sulaiman, dimintai tanggapanya mengenai persoalan
tersebut, kualitas pekerjaan gorong-gorong sekaligus Jogging Track seolah tidak
sesuai dan mubazir dengan yang dianggarkan melalui APBD Lampung Selatan tahun
anggaran 2016 kurang lebih senilai Rp. 979.210.000,-. Hal ini, kata Rozikin,
disebabkan bangunan terkesan asal jadi.
“Saya akan kawal
setiap pembangunan yang berada di Kecamatan Sidomulyo, agar para pemborong
tidak lagi ngawur kerjanya," tegas Rozikin.
Dilain pihak, Dimas
Ronggo, seseorang yang mengaku sebagai pengawas pekerja merasa bingung ketika
dikonfirmasi mengenai hal tersebut.
"Saya cuma di
telpon untuk mengawasi orang kerja mas. Saya tidak tahu menahu tentang
pekerjaan ini," singkatnya.
Terpisah, Camat
Sidomulyo Affendi mengatakan, warga cuma minta diperbaiki dengan cara di
bongkar ulang.
"Menurut saya itu
wajar, karena gorong-gorong itu sudah Dua kali jebol. Lagi pula setiap proyek
ada dana retensi yang bisa dipergunakan pihak kontraktor," pungkasnya.
(tim)


0 komentar: