Saturday, 29 July 2017

Pembangunan Gorong-Gorong di Sidomulyo Disoal


Lampung Selatan : Pembangunan gorong-gorong penghubung jalan raya Kecamatan Sidomulyo disoal warga setempat. Pasalnya, bangunan yang sudah selesai dibangun namun hitungan hari sudah rusak kembali. Mirisnya, hal itu sudah terjadi dua kali.

Seperti dikatakan salah satu warga Kecamatan Sidomulyo Sari Yanti, pembangunan gorong-gorong yang berada di Desa Sidoharjo, Sidomulyo, dikerjakan CV. Dini Ayu Mandiri (DAM), sudah Dua kali diperbaiki akibat ambrol sebagian. Dampaknya, ujar Sari Yanti, sangat membahayakan pengendara yang sering lalau lalang di jalan raya Kecamatan Sidomulyo.

"Lebih baik dihentikan saja pembangunannya. Apalagi ambrolnya sebagian badan gorong-gorong untuk kedua kalinya. Sudah tentu mas, hal ini sangat membahayakan pagi pengguna jalan saat melintas," ketus Sari Yanti, Jum'at (28/07/2017).

Sari Yanti menjelaskan, gorong-gorong pertama kali ambrol sudah diperbaiki dengan cara ditambal sulam beberapa bulan lalu. Sekarang ini, kata dia, ambrol kembali diduga perbaikan yang pertama hanya asal jadi sekedar melaksanakan kewajiban pihak kontraktor.

"Ambrol pertama sudah diperbaiki ditambal sulam. Sekarang ini ambrol kembali. Itupun diperbaiki setelah Dua bulan gorong-gorong itu ambrol. Yang kedua ini, tepatnya hari Kamis kemarin (27/07/2017) anak buah kontraktor datang memperbaiki, itu pun hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja,” ujar Inces panggilan akrab Sari Yanti.

“Saya nilai juga, jika perbaikan sekedar tambal sulam. Jangan kan mobil truck atau Fuso, mobil L300 yang bermutan pasir kalau lewat pasti jebol kembali," tambahnya.

Lebih jauh Sari Yanti mengatakan, sebelum adanya pembongkaran oleh pihak CV. DAM, kualitas bangunan gorong-gorong yang lama sangat baik kualitasnya meski dilalui mobil jenis fuso dan truck, gorong-gorong lama tidak ambrol.

“Saya asli orang sini lho bang (Sidomulyo, red), jadi tau persis kualitas bangunan gorong-gorong yang lama sangat bagus. Kalaupun, perbaikan tambal sulam asal jadi oleh pihak kontraktor saya juga sanggup menanggung biayanya. Saya tidak bermaksud apa, kami ingin pihak kontraktornya agar sadar diri tidak membangun bangunan asal jadi," sindir Sari Yanti.

Sementara Ketua Karang Taruna Sidomulyo, Roziqin Sulaiman, dimintai tanggapanya mengenai persoalan tersebut, kualitas pekerjaan gorong-gorong sekaligus Jogging Track seolah tidak sesuai dan mubazir dengan yang dianggarkan melalui APBD Lampung Selatan tahun anggaran 2016 kurang lebih senilai Rp. 979.210.000,-. Hal ini, kata Rozikin, disebabkan bangunan terkesan asal jadi.

“Saya akan kawal setiap pembangunan yang berada di Kecamatan Sidomulyo, agar para pemborong tidak lagi ngawur kerjanya," tegas Rozikin.

Dilain pihak, Dimas Ronggo, seseorang yang mengaku sebagai pengawas pekerja merasa bingung ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

"Saya cuma di telpon untuk mengawasi orang kerja mas. Saya tidak tahu menahu tentang pekerjaan ini," singkatnya.

Terpisah, Camat Sidomulyo Affendi mengatakan, warga cuma minta diperbaiki dengan cara di bongkar ulang.


"Menurut saya itu wajar, karena gorong-gorong itu sudah Dua kali jebol. Lagi pula setiap proyek ada dana retensi yang bisa dipergunakan pihak kontraktor," pungkasnya. (tim)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: