BANDARLAMPUNG
- Jaringan Arinal Berkarya (Jaya) yang selama ini menjadi relawan sosialisasi
upaya peningkatan elektabilitas Arinal Djunaidi mengungkapkan alasan dukung
mantan sekdaprov Lampung itu. Mereka melihat Arinal sosok yang paling pas
penuhi keinginan rakyat adanya gubernur baru.
Akhir
April lalu, Lembaga Survey Kuadran menyatakan 67,50 persen masyarakat
menginginkan gubernur baru. Dari 400 responden, hanya 17% responden yang
menjawab tidak,15,50% responden belum memutuskan, dan sisanya tidak menjawab.
Dani,
Romi Junanto, dana Deddy Rindas, tiga dari ratusan relawan Jaya yang sejak awal
berpartisipasi menyosialisasi pencalonan Arinal Djunaidi jadi gubernur Lampung
mengatakan banyak alasan mendukung mantan sekdaprov Lampung itu.
Dani
melihat Arinal sosok yang disiplin dan pekerja keras. Romi berpendapat Arinal
pejabat berpengalaman yang tegas namun tetap dapat dekat dengan mereka yang ada
di sekitarnya. Deddy Rindas mengatakan Lampung butuh sosok Arinal yang punya
visi dan misi tulus melayani rakyat.
Koordinator
Jaya Ali Imron mengatakan survey itu salah satu alasan semakin banyak relawan
yang ingin membantu upaya menyodorkan calon gubernur baru bagi masyarakat.
“Pengalaman birokrasi dan disiplin ilmunya bisa mengantarkan kesejahteraan
masyarakat lebih baik,” katanya.
Adanya
keinginan masyarakat sosok gubernur baru, sebagian besar kader Partai Golkar
Lampung juga menjatuhkan pilihan kepada Arinal Djunaidi. “Beliau sosok yang
tulus ingin berkarya untuk rakyat,” ujar Wakil Ketua Korbid Kepartaian I Made
Bagiase.
Setidaknya,
katanya, Arinal Djunaidi sudah sangat menguasai birokrasi. Dia birokrat yang
meniti karir dari bawah sampai mencapai puncak tertinggi jabatan birokrasi di
Lampung, yakni sekda Provinsi Lampung. Hal itu sudah menunjukan bukti dedikasi
dan amanah, katanya.
Latar belakangnya
sebagai anak petani, sarjana pertanian, dan sempat lama menangani pertanian
daerah ini, kata Ketua Bidang Oeganisasi dan Daerah Abi Hasan Muan, modal besar
visi dan misinya kelak jadi gubernur. “Dia paham betul tentang daerahnya,” kata
Sekretaris Supriyadi Hamzah.
Pada
setiap kesempatan di depan masyarakat, ketika memperkenalkan diri dan memohon
dukungan masyarakat Lampung lewat wayangan, Arinal Djunaidi bilang akan merobek
ijazahnya jika tak dapat membangun pertanian Lampung. “Saya robek ijazah saya
jika tak bisa membangun pertanian,” katanya.
Selama
ini, kata Arinal Djunaidi, sebagai birokrat, dirinya hanya melaksanakan sebaik
mungkin apa yang telah menjadi tugasnya, tidak dapat membuat kebijakan sendiri.
Dia bersyukur berhasil mengemban tugas tersebut hingga purnatugas. Sekarang,
katanya, saatnya, memenuhi harapan masyarakat.
“Jika
masyarakat menghendaki jadi gubernur, saya akan mengeluarkan kebijakan yang
prorakyat, baik di sektor pertanian maupun sektor-sektor lainnya,” katanya.
Dijelaskannya, sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan industrialisasi
juga.
“Harga
hasil pertanian dan perkebunan kerap nyungsep karena adanya kelemahan di sektor
industri,” katanya. Lampung membutuhkan sentuhan industrialisasi dalam agrobisnisnya,
ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung itu (*)


0 komentar: