Hadapi Arus Mudik, DPRD Lampung Antisipasi Kendaraan Tak Layak
Bandar Lampung : Dalam menghadap arus mudik lebaran beberapa bulan lagi. Dinas Perhubungan Provinsi Lampung melarang angkutan atau kendaraan tak laik operasi atau yang tak lulus uji KIR.
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Watoni Noerdin mengatakan, dalam aturan memang tidak diperbolehkan melakukan uji KIR di luar wilayah.
"Uji KIR kendaraan itu berdasarkan wilayah. Kalau dia sudah terdaftar di suatu tempat maka tidak bisa melakukan uji di tempat lain. Dan jika memang hal itu masih dilakukan, pihak Pemerintah juga harus mengerahkan Satgas Saber Pungli. Artinya itu melakukan manipulasi data," kata Watoni, Minggu (07/05/2017).
Menurut Watoni, peran Dinas Perhubungan Provinsi bersifat vertikal.
"Memang uji KIR kewenangan kabupaten/kota. Akan tetapi dinas provinsi juga punya hak dan wewenang dalam pengawasan bahkan menjadi tanggung jawab berat karena harus mengawasi 15 kabupaten/kota. Disini dinas provinsi harus all out dalam pengawasan ini, dan menghimbau dinas kabupaten/kota untuk manaati aturan yang ada," kata dia.
Watoni mengatakan, pihak Dinas Perhubungan Provinsi juga bisa memfasilitasi Dinas Perhubungan kabupaten/kota dengan Organda. Karena Organda merupakan wadah para pengusaha angkutan.
"Dalam hal ini Organda juga harus dilibatkan oleh pemerintah daerah untuk menghimbau para pemilik angkutan umum jangan sampai melakukan kecurangan seperti memanipulasi izin KIR. Karena kita ingin uji KIR ini dilakukan dengan benar. Jadi kendaraan yang tidak laik operasi juga tidak bisa dioperasikan," kata dia.
Watoni menambahkan, belajar pengalaman dari masa lalu yang banyak kejadian kecelakaan akibat lolos uji KIR padahal kendaraan dalam kondisi seperti rem blong, tidak ada lampu, mesin tua sehingga mengakibatkan kebakaran dan tidak kuat menanjak. Yang pada akhirnya membahayakan penumpang dan mengakibatkan kecelakaan.
"Padahal uji KIR itu dalam rangka keselamatan penumpang dan kepentingan umum atau publik. Orang mudik kan pulang ingin berkumpul dengan keluarga. Mereka pasti berpikir memilih angkutan umum yang baik dan berharap selamat sampai tujuan,” kata Watoni (r)


0 komentar: