Bappeda Lamsel : 88 Ribu KK Belum Miliki Sanitasi Yang Layak
Lampung Selatan : Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan LSM Mitra Bentala, melakukan diskusi tentang Peran Private Sectot Actor untuk Universal Access 100 % tahun 2019 terhadap sanitasi Layak Kabupaten Lampung Selatan.
Diskusi yang berlangsung di Aula Bappeda Lamsel, dihadiri juga oleh beberapa instansi lainnya seperti Dinas Kesehatan Lamsel, Dinas Pemukiman dan Perumahan Lamsel, Dinas Lingkungan Hidup Lamsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Koperasi, perwakilan Bumdes, perwakilan Sanitarian Puskesmas bertujuan untuk membahas tentang sanitasi atau jambanisasi yang saat ini masih belum layak di Lamsel.
Kepala Bappeda, Priyanto Putro mengatakan saat ini di Kabupaten Lampung Selatan sendiri sebanyak 88 ribu kepala keluarga belum memiliki sanitasi yang layak di dalam rumahnya.
"Kami adakan diskusi ini untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di Lampung Selatan, untuk itu mulai saat ini jangan buang air sembarangan, selain mencemari lingkungan juga akan berdampak buruk bagi kesehatan," ucapnya.
Direktur Mitra Bentala Lampung, Mashaby mengatakan diskusi dengan beberapa Instansi dan organisasi di Lamsel kali ini adalah untuk mencari cara mewujudkan target Lampung Selatan memiliki akses sanitasi yang sehat pada tahun 2019.
“Salah satu indikator penduduk miskin salah satunya adalah tidak punya sanitasi yang baik. Saat ini di Lamsel masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya sanitasi yang sehat," terangnya.
Dari 248 desa yang ada di Lamsel, saat ini hanya ada 22 desa yang telah mendeklarasikan open defecation free atau stop buang air besar sembarangan, sementara sisanya masih memiliki sanitasi yang buruk atau tidak sehat.
“Memang terdengar sepele, tapi sanitasi yang buruk bisa menyebabkan seseorang terkena bakteri E-Coli yang sangat membahayakan, bayngkan bakteri E-Coli ini dapat menyebabkan merusak organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh, misalnya seperti ginjal. Pada anak-anak, E coli dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah karena anak-anak mempunyai pertahanan diri yang lebih rendah daripada orang dewasa," katanya.
Selain Mitra Bentala, dalam diskusi tersebut para peserta berharap Pemkab Lampung Selatan benar-benar mendukung program sanitasi sehat bagi masyarakatnya, sebab selama ini pemkab Lamsel dinilai hanya dapat membuat program tanpa terealisasi.
“Saya miris dengan Pemkab Lampung Selatan, saya kira sampai tahun 2020 jika polanya masih sama seperti saat ini pasti tidak akan tercapai selama ini hanya ada program namun tidak ada monitoring,” ujar Zakaria salah seorang peserta diskusi dari Komite Untuk Lampung Selatan Sehat.(fitri)


0 komentar: