Wednesday, 3 May 2017

99 Paket Sumur Bor DistanKoltura Lamtim Diduga Bermasalah


Lampung Timur : Hingga kini Kejaksaan Negri (Kejari) Sukadana masih terus melakukan Penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan aturan dalam proses penyelenggaraan Sumur Bor pada Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Lampung Timur tahun 2016 silam. Terdapat sebanyak 99 paket pekerjaan sumur Bor yang menelan aggaran mencapai milyaran rupiah.

Kasie Intelegen Kejaksaan Negri Sukadana Lampung Timur Basuki Raharjo di ruang kerjanya, Rabu (03/05/2017) menjawab pertanyaan dari para awak media yang bertugas di Kabupaten itu, perihal persoalan banyaknya laporan dan pengaduan Kasie Intelegen Kejaksaan Negri Sukadana.


‎"Soal Sumur Bor dinas Pertanian 2016 itu sudah dilimpahkan ke Ke Pidana Khusus, (Pidsus), kita Intel hanya puldata dan pulbaket, selebihnya, penyelidikan (LID) saat ini ada dikewenangan Pidsus," ucapnya.

Dikatakannya, proses hukum terkait dalam penyelidikan kasus dugaan Korupsi atau penyalahgunaan kewenangan pada Dinas Pertanian dan Holtikultura tersebut lantaran melalui proses, seperti pelimpahan dan koordinasi dengan Inspektorat Kabupaten terlebih dahulu.

"Pelimpahan dari Intel ke Pidsus dalam rangka Penyelidikan sepekan lalu, tepatnya tanggal 5 April 2017 lalu,‎ proses memang agak panjang karena dari kita terus ke Inspektorat.
Baru kembali ke Kejari lagi," ungkapnya.

Pertanyaan yang diajukan para awak media itu juga berkenaan dengan adanya pernyataan
Basuki Raharjo Kasie Intelijen Kejari Sukadana, saat baru menjabat, tepatnya November 2016 silam, mengaku sedang dalam koordinasi dengan Timnya, terkait persoalan adanya indikasi dugaan korupsi atau persekongkolan dalam pelaksanaan proyek sumur bor yang di selenggarakan Dinas Pertanian dan Holtikultura kala itu.

Proyek yang bersal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, bukan hanya pelaksanaanya yang menyalahi aturan, bahkan saat lahirnyapun terkesan dipaksakan.

Lantaran hal itu ada beberapa elemen setempat melaporkan ke Kejaksaan Negri Sukadana, 'Ironisnya, hingga kini persoalan tersebut masih belum jelas, sementara masyarakat masih menunggu hasil dari pemeriksaan Tim dari Kejaksaan Negri Sukadana.

Pada kesempatan itu Basuki juga menyampaikan perihal serupa dalam proses penyelidikan kasus dugaan Korupsi pada pelaksanaan pengerjaan proyek Jembatan didesa Jaya Guna Way Sekampung Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.(dra)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: