Bandar lampung : Menyambut hari buruh Nasional yang jatuh pada 1 Mei mendatang dan Hari pendidikan Nasional pada esok harinya, Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) akan menggelar aksi di Tugu Adipura dalam rangka memperkuat persatuan gerakan rakyat, melawan ekonomi-politik kapitalis, serta mewujudkan kedaulatan rakyat.
Pasalnya, kondisi ekonomi mayoritas keluarga di Indonesia bergantung pada besaran upah yang tergolong murah, sehingga tidak heran angka kemiskinan riil di Indonesia hampir mencapai 30 persen berdasarkan data BPS. Tingkat kesenjangan sosial pun semakin meningkat tiap tahunnya.
Dalam kondisi ini, kaum buruh tidaklah terjebak pada perjuangan hak-hak normatifnya, namun bagaimana bersama seluruh gerakan sektoral rakyat lainnya memperjuangkan berbagai hal sosial sebagai warga negara yaitu adanya fasilitas pendidikan yang gratis, ilmiah dan demokratis dengan jaminan layanan kesehatan berkualitas untuk seluruh rakyat.
Kordinator PPRL Reynaldo mengatakan, momentum hari pendidikan nasional merupakan momen perlawanan terhadap arah dan tujuan pendidikan yang semakin kapitalistik.
Untuk itu, pada momen hari buruh dan Hardiknas mendatang, PPRL menuntut pemerintah untuk mencabut PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, menolak sistem kerja kontrak, outsourching dan union busting.
"Kita juga menuntut pemerintah untuk memberikan upah layak dan perlindungan sosial bagi rakyat berupa pendidikan, kesehatan, perumahan, kepastian kerja, dan jaminan atas tanah," tegasnya.
Kemudian, pihaknya juga menuntut upah layak nasional, menolak revisi UU No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang mengebiri hak-hak pekerja.
"Menstop represifitas dan kebrutalan aparat terhadap gerakan rakyat, meawan kapitalisasi pasar, menstop penyempitan ruang demokrasi dan tangkap, adili serta sita harta koruptor," jelasnya.
Sebab menurutnya, sampai saat ini rezim telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi, yang mana hal tersebut jika di.aknai hanyaah diarahkan pada kepentingan koorporasi dan itu semua merupakan kebijakan yang anti rakyat.
"Kenyataan itulah yang telah menyadarkan rakyat sehingga rakyat telah bangkit dan melawan kekuasaan borjuasi yang selalu menindas," tandasnya. ( (rilis : RF)


0 komentar: