Wakil Ketua Komisi III
Erwansyah berpendapat, pihaknya belum mengetahui persis jumlah anggaran
tersebut, kendati demikian jika hal itu akan membebani keuangan daerah, menjadi
sangat kontradikitf dengan kondisi defisit yang dialami pemerintah kota
(Pemkot) Bandar Lampung saat ini.
“Ya akan kami
diskusikan terlebih dahulu di Komisi III, jika memang benar sebesar itu
anggarannya sangat disayangkan, mengingat saat ini kondisi kita sedang
mengalami defisit,” kata Ketua DPC Hanura Bandar Lampung ini, Senin (1/02)
Dia mengatakan, dengan
kondisi defisit saat ini, semestinya Satuan Kerja (Satker) terkait dapat
mempertimbangkan penggunaan anggaran yang tidak terlalu membebani keuangan
daerah.
“ Ya harapan kita,
satker itu kencangkan ikat pingganglah, alokasi anggaran seharusnya tidak
terlalu membebani keuangan daerah. Jika memang anggaran tersebut cenderung
terjadi pemborosan seharusnya jangan diusulkan,”tegasnya.
Dengan adanya tenaga
kontrak yang jumlah ratusan itu, sambungnya, Kota Bandar Lampung sepatutnya
mendapatkan predikat kota terbersih yakni penghargaan Adipura.
“Seharusnya tahun lalu
kita mendapatkan Adipura, bayangkan saja uang 10 miliar lebih itu sangat banyak, dan saya rasa dengan
pengeluaran sebesar itu harusnya Kota ini menjadi lebih bersih meskipun tidak
mendapatkan Adipura,”tambahnya.
Saat disinggung waktu
pemanggilan Disbertam, Erwansyah belum dapat memastikan agendanya dengan alasan
hal itu akan dirapatkan terlebih dahulu di internal komisi.
“ya rapatkan dululah
di komisi dan akan kita pelajari dulu, setelah itu baru didapat keputusan akan
kita panggil atau tidak Dinasnya,” tandasnya.
Terpisah, Kepala
Disbertam Bandar Lampung, Zainudin saat dikonfirmasi mengatakan hal tersebut
wajar, sebab untuk secara keseluruhan jumlah tenaga kontrak di Disbertam
mencapai 707 pegawai.
"Jumlah tenaga kontrak kita aja saat ini berjumlah 707 pegawai, dengan gajih perbulan Rp.1,25 juta, coba kalikan saja, totalnya mencapai 10 miliar lebih kan,"ujar Zainudin.
"Jumlah tenaga kontrak kita aja saat ini berjumlah 707 pegawai, dengan gajih perbulan Rp.1,25 juta, coba kalikan saja, totalnya mencapai 10 miliar lebih kan,"ujar Zainudin.
Dirinya melanjutkan,
untuk jumlah tenaga kontrak tahun 2016 bertambah bila dibandingkan pada tahun
lalu.
"Tahun ini kami tambah 20 pegawai, untuk ditempatkan dibeberapa titik-titik jalan yang belum ditangani,"ungkapnya.
Zainudin menjelaskan, secara keseluruhan penempatan TKS tersebar di beberapa titik, selain petugas kebersihan, juga untuk pekerja pemasangan lampu jalan sampai dengan pemangkasan pohon.
"Namun yang paling banyak, petugas kebersihan, mereka kami tempatkan di semua jalanan protokol, di dinas dan instansi pemerintahan,"tandasnya.
Dalam anggaran pun, tentunya ada anggaran tambahan juga untuk TKS yang diperuntukan dalam pemasangan lampu jalan dan pemangkasan pohon.
"Anggaran tambahan tersebut berupa tunjangan bonus atau dana kompensasi karena resiko kerjanya lebih berat dibandingkan dengan pegawai yang lain," kata dia. (r)
"Tahun ini kami tambah 20 pegawai, untuk ditempatkan dibeberapa titik-titik jalan yang belum ditangani,"ungkapnya.
Zainudin menjelaskan, secara keseluruhan penempatan TKS tersebar di beberapa titik, selain petugas kebersihan, juga untuk pekerja pemasangan lampu jalan sampai dengan pemangkasan pohon.
"Namun yang paling banyak, petugas kebersihan, mereka kami tempatkan di semua jalanan protokol, di dinas dan instansi pemerintahan,"tandasnya.
Dalam anggaran pun, tentunya ada anggaran tambahan juga untuk TKS yang diperuntukan dalam pemasangan lampu jalan dan pemangkasan pohon.
"Anggaran tambahan tersebut berupa tunjangan bonus atau dana kompensasi karena resiko kerjanya lebih berat dibandingkan dengan pegawai yang lain," kata dia. (r)

