BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandar Lampung tahun 2019 kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Bandar Lampung, terutama pada daerah-daerah yang sedang berkembang, seperti Sukarame, Tanjung Senang, Sukabumi, Kemiling, dan beberapa daerah lainnya.
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung Samsul, pemerintah tahun depan akan kembali membangun dua flyover.
"Kalau jalan lingkungan itu ada sekitar 200 titik di daerah Bandar Lampung yang sedang pengembangan. Seperti Sukarame, Tanjung Senang, Sukabumi dan Kemiling.
Sedangkan flyover itu rencananya di Jalan Untung Suropati-RA. Basyid dan Jalan Kapten Abdul Haq-H Komarudin," kata Samsul, seusai rapat pembahasaan anggaran tahun 2019 di DPRD beberapa hari lalu.
Dikatakannya, penunjukan dua lokasi pembangunan flyover tersebut karena daerah tersebut merupakan jalur ramai kendaraan.
Pengerjaannya akan dilakukan tahun 2019, dan lelangnya digelar mulai bulan Desember 2018 dengan total anggaran sekitar Rp 74 miliar.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Dedi Yuginta yang diminta komentarnya mengapresiasi rencana pemerintah kota yang akan membangun jalan lingkungan dan sejumlah infrastruktur di Kota Bandar Lampung.
Namun ia berharap dalam pembangunan ke depan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bisa lebih meningkatkan pengawasan dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Jangan sampai anggaran sedemikian besar akan sia-sia tanpa pengawasaan yang maksimal terhadap pelaksanaan di lapangan.
"Kita minta pengawasaan di lapangan maksimal, kami tidak ingin APBD besar untuk infrastruktur tidak dibarengi kualitas pekerjaan.
Jangan terulang lagi flyover ada yang retak, pembangunan kantor pemkot crane jatuh, jalan lingkungan cepat rusak, jalan rusak tidak segera ditambal,
Padahal anggaran pemeliharaan jalan begitu besar sampai sepuluhan miliar," kata pria yang disapa Ginta saat dihubungi Tribun, Minggu (14/10).
Selain itu, kata Ginta, menyarankan dalam pembangunan jalan lingkungan ke depan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung juga memprioritaskan jalan-jalan yang memang belum pernah tersentuh aspal.
Dan bisa menginventarisir jalan mana saja di Bandar Lampung yang belum pernah diaspal tersebut.
"Ini juga catatan buat Dinas PU, mereka harus memprioritaskan jalan-jalan lingkungan yang belum pernah diaspal.
Kalau bisa mereka mapping area, dan punya data yang valid berapa jumlah ruas jalan di Bandar Lampung yang sudah diaspal, dan belum pernah diaspal.
Jadi jangan ada lagi tumpang tindih, ada yang diaspal berkali-kali ada yang malah tidak pernah diaspal," tegasnya.
Sebab kata Ginta, dalam setiap reses pihaknya kerap menerima keluhaan dari masyrakat di Bandar Lampung ada jalan mereka yang bertahun-tahun diusulkan dalam musrenbang namun saat pelaksanaannya tidak pernah terealisasi, dan ini harus menjadi masukan bagi pemerintah.
Tender Empat Jalan Lingkungan
PASCA pengesahaan APBD Perubahaan Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2018, pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menggelar tender pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan di wilayah Kota Bandar Lampung, sekitar Rp 3,1 miliar.
Berdasarkan pantauan Minggu (14/10) pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) barang dan jasa Pemerintah Kota Bandar Lampung, terdapat empat pekerjaan konstruksi yang tengah digelar tender, yakni peningkatan Jalan Pisang di Kelurahaan Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat senilai Rp 2,5 miliar.
Kemudian pembangunan Jalan Inspeksi RT 10 Permukiman Pesisir Kelurahan Kota Karang Raya dengan anggaran sebesar Rp 209,2 juta, peningkatan Jalan/Gang Vanilli Ruas Jalan Pramuka Kecamatan Rajabasa dengan nilai anggaran sebesar Rp 209,2 juta.
Dan terakhir peningkatan jalan dan pembangunan gorong-gorong Poebian 6 Ruas jalan Poebian, Susunan Baru, Tanjung Karang Barat dengan anggaran Rp 264,7 juta.(ton)
Tuesday, 20 November 2018
Author: jangkhar nusantara
Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.


0 komentar: