BANDARLAMPUNG (JL)--Kegiatan bimbingan pemantapan pijat
merupakan salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial yang berfungsi
memperdalam ilmu dan ketrampilan yang telah dimiliki oleh penyandang defabel
netra.
Dalam
pelaksanaan bimtab pijat tidak hanya terbatas pada massage dan fefleksi saja,
namun dapat dikembangkan ke pijat shiatsu dan jenis pijat lainnya.
“Penyandang
difabel netra tidak perlu dikasiani namun berilah kesempatan” demikian motto
para difabel netra. Dengan motto tersebut diharapkan kepada masyarakat yang
“beruntung” (tidak difabel) tidak memandang bahwa penyandang difabel netra
tidak mempunyai kemampuan, tergantung orang lain bahkan hanya mengandalkan
belas-kasian orang lain.
Kemampuan
difabel netra bidang masage/pijat tidak diragukan lagi namun dengan menjamurnya
layanan jasa masage dimana-mana. Hampir setiap salon yang dulunya hanya untuk
perawatan wajah dan rambut sekarang bertambah fungsinya juga sebagai tempat
refleksi maupun massage tradisional.
Oleh
karena itu Dinas Sosial Provinsi Lampung menyelenggarakan peningkatan
ketrampilan yang dikemas dengan kegiatan “Literasi Difabel Netra dalam
Pengembangan Pijat Angkatan I.
Literasi
pijat diikuti oleh 40 orang terdiri dari 20 defabel netra dan 20 orang
pendamping. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16 s/d 21 Juli 2018 di Balai
Pelayanan Kesehatan Lampung.
Demikian
disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni saat membuka
acara Literasi Pijat bagi defabel netra
Ditambahkan
oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sutikno bahwa sebelumnya
telah dilakukan penjangkauan/asismen. Dari hasil penjangkauan diketemukan
sebanyak 58 orang difabel netra yang perlu dilakukan literasi. Namun karena
keterbatasan anggaran pada tahun 2018 ini baru dapat terlayani sebanyak 40
orang se Provinsi Lampung yang terbagi dalam 2 angkatan.(Ppid-Dinsos)


0 komentar: