Sunday, 12 November 2017

Jam Session di Wayhalim Bangkitkan Semangat Penikmat Musik Rock

BANDARLAMPUNG-Raungan gitar, cabikan bas, kepakan drum dan permainan apik keybord membuat suasana Minggu (12/11) siang di jalan Tapak Siring, Komplek BTN Wayhalim, Bandarlampung menjadi hingar bingar oleh permainan music rock dari sejumlah band.

Acara yang dikemas dalam Jam Session dengan inisiator Harri Kohar dan Wayan itu menjadi penghilang dahaga atas kecintaan kalangan penikmat music rock lawas yang selama ini kian redup. Acara Jam Session semakin semarak saat Laskar Band asal Jakarta turut tampil dalam acara tersebut.

Wayan Ardhana selaku tuan rumah di sela-sela acara kepada awak media mengatakan acara tersebut terselenggara atas inisiator Harri Kohar. Gayung bersambut, usul untuk Jam Session ini direspon positif oleh Wayan sampai akhirnya bisa mengumpulkan sejumlah Band lokal Lampung untuk tampil dalam acara tersebut.

“ Saat ide dari bang Kohar dikemukakan, maka saya langsung mengiyakannya. Ini sekaligus syukuran atas pernikahan anak saya,” kata Wayan.

Menurut Wayan, acara ini juga merupakan ajang silaturahmi dengan sejumlah musisi Lampung yang memiliki kecintaaan serta aliran yang sama. Untuk membuat acara itu semakin berkualitas, wayan dan Hari Kohar mendatangkan Laskar Band asal Jakarta. Band ini juga awalnya sering tampil di Lampung dengan prakarsa Harri Kohar.

Wayan menambahkan, kecintaannya terhadap musik berawal dari bisnis menyewakan sound system dengan nama DEJE. Istimewanya, lanjut Wayan, alat music yang dimilikinya sangat jarang dimiliki orang saat itu.

“ Dulu belum ada yang punya sound system dengan speaker gantung, bahkan mungkin itu alat musik pertama kali di Indonesia yang dari Lampung,” kata Wayan.

Dengan kualitas alat music yang dimilikinya, sejumlah Band asal Ibukota pernah memakai alat music miliknya.

“ Kita dapat tour Padi tahun 2001, kita sewakaan alat, atas naungan deteksi produktion.

Pria berkacamata ini juga mengatakan music adalah hobi sekaligus juga dijadikan bisnis meski kurang pendukung. “ Karena hobi, saya lantas  mengumpulkan anak-anak yang berkualitas untuk sekedar bermain music dan menjalin silaturahmi, kita ada rencana event yang cukup besar sekitar Juni atau Juli," imbuhnya.

Dirinya ingin mendorong anak muda di Lampung yang punya skil dapat bertahan dengan idealism. Pada intinya, kata Wayan, dirinya menyukai semua aliran jenis musik. Namun yang lebih dominan aliran rock . Untuk idola, Wayang sangat ,enyukai Band Metallica, Deep Purple untuk luar negeri, namun untuk lokal, Dewa, Padi.

Sementara itu, Laskar Band dengan personil Laskar Band Utos, Samboja, Egi, Aris. Menilai potensi band di Lampung snagat menjanjikan. Ini dibuktikan dengan munculnya tiga band asal Lampung yang bisa berkiprah di dunia industry musik Indonesia.

“ Band di Lampung bagus-bagus, Lampung dekat Jakarta, Laskar dari Gorontalo yang merantau ke Jakarta, teman Lampung juga banyak yang sukses di Jakarta,” kata Samboja salah satu personil Laskar Band.

Samboja juga mengatakan mereka tengah berjuang untuk terus berkarya dan berkiprah lebih dalam industry music Indonesia. Laskar Band, kata Samboja, merupakan band bentukan anak-anak dari daerah dari Gorontalo. Nasiblah yang mempertemukan mereka di tanah rantau (Jakarta, red) sehingga bisa membentuk Laskar Band.

“ Kita sudah main ke daerah, konser-konser, acara-acara kita merantau dan bergabung, kita juga punya band sendiri-sendiri. Terlebih lagi di Lampung dengan bang Kohar yang sudha kami anggap sebagai kakak kami sendiri. Beliau sosok yang sangat luar biasa dan sangat piawai dalam urusan tarik suara,” kata Samboja.(r)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: