Sunday, 16 July 2017

Susun Barisan, Lawan dan Berantas Narkoba


BANDAR LAMPUNG - Hari Anti Narkoba Internasional 2017 yang di gelar di Kantor BBN Provinsi Lampung, dengan tema Peran Aktif Dan Pendayagunaan Seluruh Komponenden Potensi Bangsa Dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Sehat, di hadiri oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Makmur Azhari, Unsur Forkompinda Provinsi Lampung, Perwakilan Kepala daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung , Kader BNN Provinsi Lampung, Kepala BNP Provinsi Lampung, Rektor Perguruan Tinggi se Provinsi Lampung, Kamis (13/07).

Dalam sambutanya Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Sukamso SH. M.Si, menyampaikan pada tahun 2015 lalu Indonesia menyatakan darurat narkoba dengan peringatan ini di harapkan kita dapat menyusun barisan di semua instansi pemerintah dan masyarakat di haharapkan untuk bekerja sama juga ikut memerangi narkoba sehingga narkoba tidak merusak generasi indonesi.

Semenatara itu dalam sambutan Presiden RI Joko Widodo yang di bacakan oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyampaikan Hari ini masyarakat memperingati Hari Anti Narkoba, hari di mana kita melakukan perlawanan terhadap kejahatan luar biasa yang masih menjadi tantangan negara-negara di dunia termasuk kita di Indonesia. Di dalam negeri kita, jumlah pengguna narkoba terus meningkat. 

Narkoba harus di bratas dan ditangani dengan pendekatan seimbang anatara pengurangan pasokan dan pengurangan permintaan masalah peredaran gelap penyalahgunaan narkoba memang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Tahun 2014 saya ( Presiden)  menyatakan bahwa Indonesia darurat Narkoba hari tahun 2015 saya menyatakan perang terhadap nerkoba, hari tahun 2016 saya menyatakan tindak tegas terhadap Bandar narkoba hari tahun 2017 tindak tegas Bandar selamatkan penyalahgunaan dan buatkan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan masyarakat.

Kita perlu kerjasama yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, dan kerugian akibat biaya rehabilitasi dan biaya-biaya yang lainnya.Dan lebih mengkhawatirkan lagi, kejahatan luar biasa ini sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat. dari, anak di TK sudah ada yang terkena narkoba, anak di SD sudah juga ada yang terkena narkoba. Dan tidak hanya di kota, di kampung, di desa. Tidak hanya orang dewasa, remaja, anak-anak, dan bahkan sampai TK pun sudah dimasuki narkoba. Tidak hanya orang biasa tapi juga ada aparat, ada pejabat, dan ini yang seharusnya menjadi panutan juga terkena narkoba.

Para pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru untuk mengelabui kita, mengelabui aparat hukum dan keamanan. Mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang yang tidak dicurigai– anak digunakan, wanita/perempuan digunakan– dimanfaatkan untuk menjadi kurir narkoba. Dan adanya modus baru dalam penyelundupan narkoba ke dalam mainan anak, dan yang lain-lainnya.

Semua itu harus dihentikan, harus dilawan, dan tidak bisa dibiarkan lagi. Kita tegaskan perang melawan narkoba di Indonesia. 

Selanjutnya peran serta kita dan juga pemerintah sangatlah peting dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Perlu saya ingatkan kembali Indonesia masih darurat narkoba mari kita semua melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gela

Dalam sambutanya Gubernur menambahkan dengan kekuatan dan kecerdasan kita bersama, sekali lagi, kita kejar, kita tangkap, kita hajar para pengedar narkoba, baik yang besar, baik yang sedang, baik yang kecil. Sambil kita kuatkan lagi jaringan sosial dan budaya yang bisa menjadi benteng mencegah menjamurnya narkoba.

“Dimanapun ada narkoba di Indonesia, saya perintahkan seluruh sumberdaya pemerintah untuk hadir dan  memberantasnya, di lapas, di sekolah, di perbatasan, di bandara, di pelabuhan, di kantor-kantor instansi pemerintah, dimanapun. Sekali lagi, dimanapun ada narkoba kita harus berantas. Negara kita Indonesia tidak boleh dijadikan tempat lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba lagi, apalagi menjadi tempat produksi barang-barang haram tersebut. Sekali lagi, saya ingin tegaskan saatnya kita perang melawan narkoba”, Tutupnya.


Dalam kesempatan tersebut wakil Bupati Lampung Barat Drs. Makmur Azhari mendapatkan penghargaan  Dari BNN Provinsi Lampung berupa sertifikat dan penyematan Pin yang di serahkan Langsung Oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo.(Fb)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: