Dayamurni : Masyarakat
Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar,Kabupaten Tulangbawang Barat, Sabtu 8
Juli 2017 akan disuguhkan lakon Sugriwa Subali oleh Ki Enthus Susmono malam.
Pagelaran wayang semalam
suntuk ini dalam rangka sosialisasi calon gubernur Lampung Arinal Djunaidi
untuk periode 2019-2024.
Diceritakan, Rama sedang
gegana, gelisah, galau dan merana. Istri tercintanya yaitu Dewi Sinta hilang.
Beruntung ia telah mendapat informasi dari seekor garuda yang bernama Jatayu
bahwa Sinta diculik oleh diculik Prabu Dasamuka, Rahwana raja Alengka. Tanpa
membuang-buang waktu Rama dengan ditemani Laksmana memulai perjalanan untuk
mencari Sinta. Ditengah perjalanan di hutan Dandaka mereka bertemu dengan
seekora kera putih, ya Anoman. Anoman meminta tolong kepada Rama untuk
melepaskan Sugriwa yang terjepit disebuah pohon besar.
Rama menyanggupi permintaan
Anoman. Berangkatlah Anoman bersama Rama dan Laksmana menuju tempat Sugriwa berada.
Rama melepaskan panah Guwa Wijaya ke dahan pohon yang menjepit Sugriwa.
Sehingga dahan pohon pun terpotong. Sugriwa lepas dari jepitan pohon. Pada
kesempatan itu pula Rama menceritakan perjalanannya akan dilanjutkan bersama
Lesmana untuk mencari Dewi Shinta sang istri yang diculik Rahwana ke istana
Alengka. Karena merasa berutang budi pada Rama, maka Sugriwa menawarkan
bantuannya dalam menemukan kembali Shinta yang diculik Rahwana.
Namun sebelum itu Sugriwa
meminta pertolongan sekali lagi kepada Rama untuk membantu merebut kembali
istrinya dari tangan Subali. Rama pun menyanggupinya.
Segera mereka berangkat ke Goa
Kiskenda. Sesampainya disana terjadi perkelahian hebat antara Sugriwa dan
Subali memperebutkan Dewi Tara. Untuk mempersingkat perkelahian tersebut Rama
berniat melepas anak panah pada Subali. Namun ragu – ragu karena Sugriwa dan
Subali bagai saudara kembar yang tidak bisa dibedakan satu sama lainnya.
Kebetulan Sugriwa terdesak mundur dan kembali menghampiri Rama.
Rama menyuruh Sugriwa memakai
slempang janur kuning dipundaknya. Sugriwa melaksanakan pesan Rama dan kembali
berkelahi dengan Subali. Rama segera melepaskan anak panah Guwa Wijaya ke
dada Subali. Subali jatuh tersungkur. Rama kemudian menemui Subali. Subali
tersenyum ketika mengetahui Rama adalah titisan Bathara Wisnu. Subali berterima
kasih karena Rama telah membebaskannya dari kutukan ayahandanya. Arwah Subali
lepas dari raga dan memasuki alam Kelanggengan. Kedatangannya disambut para
dewa dan dewi. Sugriwa menangisi kematian kakaknya. jasad Subali di perabukan
dengan khidmat.
Sepeninggal Resi Subali,
Sugriwa mengajak Rama dan Laksmana ke hutan Pancawati. Setelah mereka bermukim
di hutan Pancawati, Rama meminta agar Sugriwa menjadi raja. Sugriwa menolak
permintaan Rama. Sugriwa meminta Rama yang menjadi raja Pancawati, karena ia
masih menjadi raja di Goa Kiskenda. Rama bersedia menjadi raja Pancawati. Namun
Prabu Rama juga mengangkat Sugriwa menjadi seorang Narpati. Narpati adalah
jabatan seting kat raja. Narpati Sugriwa membantu tugas Prabu Rama dan
melaksanakan perintah yang diberikan padanya.
Prabu Rama dalam menyelesaikan
permasalahan selalu didampingi Narpati Sugriwa dan adiknya Laksmana dan juga
para senopati Anoman.(dbs)


0 komentar: