LAMPUNG TIMUR : Bergaul dengan hewan agresif dan buas serta bias
dikatakan berbahaya tidaklah sembarang orang mampu melakukannya. Namun sosok
Afgynta Nilam asal Jawa Tengah ini mampu menembus batas antara kehidupan
manusia normal dengan berinteraksi di alam liar berikut isi di dalamnya yang
tidak kalah liar.
Tutur katanya yang lembut bahkan cenderung bersuara kecil
ini berbanding terbalik dengan rasa keingintahuannya terhadap pelestarian hewan
langka di dunia sejenis badak bercula dua di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten
Lampung Timur.
Bak bidadari,
sentuhan tangan lembutnya mampu memberikan pengetahuannya akan perawatan
terhadap hewan yang ia peroleh saat
menempuh ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB)
“ .Saya mendarmabaktikan ilmu yang saya peroleh semasa
kuliah untuk lebih mengenal kehidupan di alam sini (TNWK),” ungkap Afgynta
kepada Tim 9 Forum Wartawan Online (FORTALINE) di TNK Lampung Timur, Rabu 19 Juli
2017.
Menamatkan kuliah sejak Januari 017 silam, wanita berjilbab
ini nampaknya kerasan dan tidak tahu sampai kapan dirinya akan berada di
kawasan tersebut. Terlebih lagi, kata dia, pilihan ke TNWK merupakan
satu-satunya kesempatan untuk meniti karier nya.
“ Sebenarnya keberadaan saya di sini (TNWK) ini panggilan jiwa,
tetapi juga ini merupakan peluang untuk karier saya. Ini juga sebagai syarat
bagi semua lulusan kedokteran (coas), “ kata dia.
Ditanya apa rencana ke depan, penyandang gelar DrH dan masih
berstatus lajang ini mengaku belum ada rencana. Dirinya hanya akan focus dan
lebih mengnal serta mempraktikkan ilmu yang didapatnya demi membantu
pelestarian hewan langka yang ada di TNWK.
“ Jalani saja dulu dan focus dengan apa yang saya tekuni. Bila
tiba saatnya nanti pasti ada yang akan saya tuju,” pungkas Afgynta diiringi
senyum kecilnya.(KR)


0 komentar: