Lampung Tengah - Ratusan warga dari Kampung Bumi Ratu Kecamatan
Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah , nyaris terlibat baku hantam dengan
pihak keamanan perusahaan PP..Mukti Panel Industri , karena masa memaksa masuk
keperusahaan pengolahan kayu yang berada di ujung kampung tersebut
(17/07/2017).
Masa yang sebelumnya tenang, mulai tersulut suasana emosi setelah
keinginan warga untuk menemui pihak perusahaan tidak di indahkan , sehingga
masa merangsek masuk kepintu masuk ruang kantor dan coba di halangi oleh aparat
dan security jaga perusahaan.
Namun setelah dua kali perwakilan masa dipertemukan dengan pihak
perusahaan tidak menemui satu kesepakan , masa yang emosi ahirnya merangsek
masuk keperusahaan memaksa sejumlah pekerja yang sedang beraktivitas untuk
mematikan mesin pabrik dan mengusir para pekerja keluar. Setelah
sebelumnya sejumlah kendaraan truck pengangkut bahan baku yang berada di area
pabrik pengolahan kayu tersebut lebih duludi paksa pulang oleh pendemo.
Beruntung keadaan tersebut dapat di atasi setelah aparat
kepolisian dan tokoh masyarakat serta aparatur Kampung setempat berhasil
menenangkan masa untuk keluar dari lokasi pabrik.
menurut para pendemo aksi tersebut adalah ahir dari kesabaran
warga setempat atas ulah perurasahaan yang menjanjikan akan memperkerjakan 65
persen tenaga lokal , namun pada kenyataanya setelah perusahaan mulai
beroperasi justru yang dipekerjakan adalah tenaga dari luar daerah .
“ kami nagih janji perusahaan yang akan memberdayakan tenaga
local di perusahaan ini , tp setelah berjalan kami hanya dapat debunya aja ,
sementara yang kerja orang dari karawang dan sebagainya “ ungkap Burhan salah
satu pendemo.
Sementara menurut Ibrahim peserta demo . menyayangkan ulah
perushaan yang laupa dengan janjinya. “ saya dulu di janjikan akan bekerja
disini kata perusahaan , tapi nyatanya mana , rumah saya itu pas ada di samping
PT ini , retak semua dindingnya karena getaran mesin pabrik, sampe sampe ayam
dirumah saya itu gak netes sangking kuatnya getaran mesin “ kata Ibrahim .
Untuk itu, Hary Saputra selaku Kepala Kampung Bumi Ratu Nuban
mengharapkan agar pihak terkait dapat ikut terlibat dalam penyelesaian
permasalahan warganya tersebut. Karena perusahaan telah di anggap lali terhadap
pelestarian pemberdayaan lingkungan hidup.(sly).


0 komentar: