Bandar Lampung
- Menjadi mahasiswa atau generasi yang berdaya saing, mahasiswa diharapkan
tidak hanya berdiam diri, berkutat dengan buku dan hanya menjalankan aktivitas
perkuliahan. Mahasiswa harus mampu mengembangkan diri secara nyata, memiliki
kemampuan leadership dan aktif berorganisasi.
Hal ini
terungkap dalam diskusi publik yang di gelar mahasiswa Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (FKIP) di gedung K FKIP Unila, Minggu, 11/6/2017. Diskusi
mengusung tema "Dari pendidikan untuk Indonesia" dengan narasumber
Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa.
"Rugi
sekali jika mahasiswa hanya kuliah, datang ke kampus, belajar teori,
mendapatkan nilai A tetapi setelah lulus tidak bisa apa-apa. Inilah yang harus
diantisipasi. Menjadi mahasiswa harus cerdas di lapangan, di organisasi dan
memiliki jiwa leadership," ungkap Mustafa di hadapan ratusan mahasiswa.
Berbicara
pendidikan, diakui Mustafa, saat ini kualitas pendidikan di Lampung masih jauh
dari provinsi lainnya di Indonesia. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah
tersendiri bagi dunia pendidikan Lampung.
Khusus di
Lampung Tengah, lanjut Mustafa, berbagai upaya telah dilakukan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan. Pertama, kata dia, pembangunan moral lewat
wajib baca Al-quran di siswa-siswa Lampung Tengah.
Lalu pemberian
200 beasiswa di akademi komunitas negeri Lampung Tengah, beasiswa ke sejumlah
perguruan tinggi di Lampung dan di luar negeri, pemberian insentif kepada 4
ribuan guru honor, pemerataan pendidikan dan pemberdayaan guru setempat.
Disinggung
terobosan yang akan dilakukan dalam menyongsong pendidikan Indonesia yang
berkualitas, secara tegas Bupati Ronda ini mengatakan pendidikan Indonesia
seharusnya lebih mengedepankan praktik dibandingkan teori.
"Dengan
ini pendidikan kita akan menghasilkan lulusan yang siap pakai atau siap kerja.
Pendidikan kita seharusnya 70 persen terdiri dari praktik, sisanya 30 persen
teori. Jika ini diterapkan Insya Allah pendidikan kita akan berhasil,"
tandasnya.
Dari pantauan
media, diskusi publik yang dimoderatori Fajar, salah satu mahasiswa FKIP ini
berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
mahasiswa. (r)

0 komentar: