Bandar Lampung : Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak masyarakat Provinsi Lampung untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dan mengembangkan sikap toleransi. Hal ini disampaikan pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di kalangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, di Asrama Haji Provinsi Lampung, Kamis (20/04/2017).
Zulkifli yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan sebagai warga negara yang baik, harus mampu mengamalkan 4 pilar kebangsaan sebagai pedoman dalam hidup bermasyarakat.
"Kedatangan saya ke Lampung ini untuk mengajak saudara-saudara saya di Lampung untuk sama-sama hidup bermasyarakat yang baik, bertoleransi, dan serta bagaimana menjadi kehidupan bernegara yang baik,"ujarnya.
Zulkifli menuturkan dalam pilar yang pertama, warga negara RI dalam menjalani hidup bermasyarakat harus berpedoman kepada Pancasila.
"Dalam Sila Pertama kita tahu bersama bawa Tuhan adalah yang paling utama. Walaupun di Indonesia ini berbagai banyak agama, kita harus bisa bertoleransi antar umat beragama, harus menghargai hak setiap individu untuk beragama. Jika kita bertaqwa kepada Tuhan, rasa kemanusiaan, keadilan dan persatuan itu akan terjalin,"katanya.
Lebih lanjut, Zulkifli yang lahir di Lampung Selatan 54 tahun silam itu juga menuturkan bahwa warga negara RI harus selalu menjunjung tinggi UUD Tahun 1945 sebagai acuan hidup. Menurutnya bahwa UUD Tahun 1945 adalah sebagai alat pemersatu untuk menjalin kekeluargaan dan kebersamaan.
Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri yang juga Ketua HKTI Provinsi Lampung mengatakan apresiasinya kepada kedatangan Zulkifli dalam membangun masyarakat Lampung melalui 4 pilar tersebut.
"Saya mengapresiasi kedatangan warga kebanggaan masyarakat Lampung. Semoga dapat membangun Lampung karena NKRI adalah harga mati. Kita harus selalu menjunjung tinggi hal tersebut. Dan menciptkan masyarakat Lampung yang aman, maju dan sejahtera "ujarnya.
Ditambahkan, masyarakat Lampung yang heterogen harus mampu hidup berdampingan dengan harmonis tanpa membeda-bedakan suku, ras dan golongan sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. (rilis)


0 komentar: