Thursday, 20 April 2017

Telpon Error, Pendengar RRI Pro 4 Bandar Lampung Kecewa


Bandar Lampung : Sejumlah pendengar setia Radio Republik Indonesia (RRI) programa 4 Bandar Lampung mengaku kecewa, pasalnya pesawat telpon yang biasa mereka gunakan sebagai sarana komunikasi mengalami kerusakan yang cukup lama.

Kekecewaan tersebut diungkapkan seluruh pendengar yang aktif mendengarkan siaran radio yang membawakan taggline "Pendidikan dan Budaya" itu.

Dina Afrida Santi (32) warga Rajabasa, Bandar Lampung, mengungkapkan keprihatinannya kepada awak media terkait minimnya sarana dan prasarana studio 4, Kamis (20/4/2017).

Ia berharap pihak RRI Bandar Lampung secepatnya dapat memperbaiki sarana telpon yang rusak tersebut.

"Karena RRI itu hidup dengan adanya pendengar yang setiap hari hadir di telpon," kata Dina.
Selain itu, lanjut Dina, sarana dan prasarana yang ada di studio juga masih sangat minim.

"Berbeda dengan Pro 1 dan Pro 2 yang sarana prasarananya cukup menunjang, pro 4 terkesan seperti dianak-tirikan," ujar wanita yang gemar sekali mendengarkan lagu daerah Lampung itu.

Saat dikonfirmasi, Kasie RRI pro 4 Bandar Lampung, Wita Herlina, membenarkan hal tersebut.

"Iya. Lagi rusak dan sudah kita laporkan," kata Wita diujung telpon pribadinya.

Saat ditanyakan sampai kapan masa perbaikannya, Wita mengaku belum bisa memastikannya.

"Belum tahu, namun sudah kita koordinasikan pada bagian operator," imbuhnya.
Dalam keterangannya, Wita mengatakan Kepala LPP RRI Bandar Lampung tidak mengetahui hal ini karena masih berada di Jakarta.

Ditempat terpisah, Ketua Forum Pemerhati, Kiyai Ahmad Nyerupa mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengadakan rapat dengan pihak RRI Bandar Lampung.

"Sebab saat ini bukan lagi dalam kerangka pelestarian, namun lebih kepada bagaimana kita mampu mengembangkan seni dan budaya daerah," katanya.

Banyak hal-hal yang tidak berjalan, masih kata Kiyay Ahmad Nyerupa, selain program acara, pendengar juga banyak mengeluhkan jangkauan siaran yang kerap tidak dapat diterima.

"Padahal jaraknya tidak begitu jauh, namun siarannya acap kali tidak terjangkau, itu harus dijelaskan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik," tutur mantan anggota dewan itu menutup percakapan.(sumber : Asmuni)

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: