DPRD Lampung : Sebaiknya Distribusi Pupuk Online Dikaji Kembali
Bandar Lampung : Distribusi pupuk online yang lambat menjadi keluhan bagi para penggunanya terutama petani harus kembali dikaji.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung Ichwan Fadil Ibrahim mengatakan hal itu secara langsung berdampak pada produktivitas tanam.
Menurut politikus Gerindra ini, merupakan satu kelemahan pendistribusian pupuk secara online melalui perantara Bank. Sebab, distribusi pupuk yang mengacak dapat menyebabkan terhambatnya proses tanam.
“Jika alternatif distribusi pupuk online masih sangat kurang tepat diterapkan untuk di Lampung. Kita bisa lihat, ini malah bikin ribet para petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Ya karena itu, para petani kan belum seluruhnya bisa membaca atau menulis, ini tentunya jelas merepotkan mereka," kata dia, Selasa 911/04/2017).
Ichwan juga menambahkan, distribusi pupuk online sangat tidak tepat dioperasionalkan atau diterapkan di Lampung, mengingat Lampung merupakan lumbung padi nasional.
"Sebagai contoh, petani ini memesan pupuk sebanyak 1 kuintal. Pihak penyalur belum tentu mau mengitimkan langsung pesanan pupuk tersebut, jadi mereka menunggu para petani yang pesan lagi, agar menghemat biaya ongkos kirim. Makanya banyak petani mengeluhkan lambatnta distribusi pupuk bersubsidi ini," jelasnya.
Ditemui terpisah, Kepala Biro Perekonomian Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Lukmansyah, hasil uji coba penyaluran pupuk bersubsidi dengan menggunakan billing sistem tersebut masih harus dievaluasi kembali. (r)


0 komentar: