“Balai besar yang mengurusi urusan2 urgent jgn
melakukan hal-hal curang karena dampaknya cukup besar. Dana-dana pembangunan di Balai ini khan cukup besar, informasinya
bahwa balai ini diduga banyak yang back up sehingga dugaan korupsinya tak dapat
diungkap,” kata Ketua Presidium Komite Pemantau Kebiakan dan Anggaran Daerah (KPKAD),
Ginda Ansori, Minggu (31/1).
Dikatakan Ginda, persoalan
pembangunan di Lampung ini pada dasarnya akan selalu bermasalah mulai dari
perencanaan, proses tender, setoran dan kualitas hasil pekerjaan. Karena segala
sesuatu diatur sedemikian rupa oleh panitia dan Rekanan.
“ Sementara kebijakan
hilir soal penegakan hukum tersendat karena diduga bos panitia dan rekanan
kadang punya koneksi, sehingga diduga bagi hasil,” tuding Ginda.
“ Harusnya kita menganut
konstruksi yang dibangun sejak zaman belanda, yang hingga hari ini tak rusak2.
Persoalan skenario utak-atik nilai ini sudah jadi bagian yang lazim padahal ini
merugikan kita,” imbuh Ginda .
Ginda juga mengungkapkan, Balai
besar merupakan lembaga yang mengurusi urusan-urusan urgent jangan melakukan hal-hal curang karena dampaknya
cukup besar. Dengan situasi ini KPKAD mengajak semua element gerakan mari kita
arahkan pandangan investigasi ke balai karena balai jarang tersntuh oleh hukum.
Dan bukan mustahil balai
tidak punya persoalan, yakinlah kita bahwa dimana birokrasi mengelola uang maka
disitu diduga ada kongkalikong dan korupsinya. Bangunan-bangunan balai ini
biasanya model bendungan dan pembangunan-pembangunan yang menyangkut hajat
hidup orang banyak oleh karenanya harus benar-benar sesuai dengan perencanaan.
Diketahui, Paket
pekerjaan rehabiltas jaringan daerah Rawa Mesuji-Tulang Bawang, milik SNVT
Balai Besar Way Sekampung Provinsi Lampung diduga tidak sesuai rencana anggaran
biaya. KU.03.01/SPPBJ/SNVT.PJPAMS/IRA.III/45 tanggal surat penunjukan : 03 Juni
2015 Pemenang PT. Asmi Hidayat. Jl WR. Supratman Gg. Pegadaian No 12. Bandar
Lampung nilai anggaran Rp 12.440.296.000,- No Kontrak
HK.02.07/08/SNVT-PJPAMS/IRA-III/VI/2015.
Patut diduga kuat tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi
teknis dengan nilai anggaran Rp 12.440.296.000,- yang dilaksanakan oleh PT Asmi
Hidayat sebagai berikut.
Temuan di lapangan diantaranya, pekerjaan persiapan
dilaksanakan II. rehap saluran primer ( 1.200 m ) pembersihan lapangan luas
24.000 m2 , total tidak dilaksanakan dikarenakan pekerjaan galian langsung
dilakukan / ditimbunkan saja tampa pembersihan terlebih dahulu.
Kemudian, pekerjaan perkuat tebing (kayu Pancang gelam)
sebanyak 48.000 batang dilaksanakan hanya 18.052 batang saja dikarenakan bagian
luar yang tampak terlihat berjarak 15 cm sedangkan bagian dalam yang tertimbun
jarak 3,5 m yang seharusnya jarak cerucuk gelam diluar maupun didalam jarak 10
cm. Lantas, pekerjaan perapihan (baby roler) luas 19.200 m2 hanya dilaksanakan
7.600 m2. III.
Rehap saluran skunder ( 3.600 m ). Pekerjaan pembersihan
lapangan luas 36.000 m2 total tidak dilksanakan dikarenakan pekerjaan galian
langsung dilakukan / ditimbunkan saja tampa pembersihan terlebih dahulu. Dan
pekerjaan perapihan (baby roler) luas 28.800 m2 hanya dilaksanakan sebanyak
11.500 m2, IV.
Rehap saluran sekunder ( 35.500 m ) yang mencakup pekerjaan
pembersihan lapangan 213.000 m2 total tidak dilksanakan dikarenakan pekerjaan
galian langsung dilakukan / ditimbunkan saja tampa pembersihan terlebih dahulu.
Seterusnya, pekerjaan perapihan 213.000 m2 hanya dilaksanakan sebanyak 85.000
m2 serta V. Rehap tanggul pengamanan ( 16.600 m ).
Pembersihan Lapangan 332.000 m2 total tidak dilksanakan
dikarenakan pekerjaan galian langsung dilakukan / ditimbunkan saja tampa
pembersihan terlebih dahulu. Pekerjaan perapihan (baby roler) luas 249 .000 m2
hanya dilaksanakan sebanyak 99.600 m2.
Dengan demikian untuk Pekerjaan yang diduga kuat tidak
dilaksanakan antara lain : pembersihan lapangan dengan total 605.000 m2 X 1.350
= Rp 816. 750.000,- pekerjaan perkuat tebing (kayu Pancang gelam) 29.948 batang
X 32.000 = Rp 958.336.000 ,- pekerjaan perapihan (baby roler) luas 204.000 m2 X
1450 = Rp 295.850.000,- dengan demikian total kerugian negara Rp
2.070.936.000,- ( dua milyar tujuh puluh juta sembilan ratus tiga puluh enam
ribu rupiah ). (ebri)

